Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Gagasan Cerdas OJOL Cegah Warga Jember Celaka di Jalan Berlubang Seribu

Cakrawala Daerah
10 Jan 2021
Gagasan Cerdas OJOL Cegah Warga Jember Celaka di Jalan Berlubang Seribu

hariansuara.com, Jember - Kabupaten Jember agaknya telah lama terabaikan. Tak perlu susah mencari bukti, cukup dengan berjalan-jalan dari sepanjang Kecamatan Mangli terus menuju Alun-alun Jember.

Anda akan melewati Masjid Roudhotul Muchlisin, ikon wisata religi kebanggaan masyarakat di sini. Kemudian ada mal-mal besar yang juga ada di Jakarta. Bahkan Bank Indonesia pun membuka kantornya. Cari bank-bank nasional, tinggal sebut. Tak tertinggal, OJK pun ada. 

Kesemua itu bukti bahwa Jember memiliki potensi yang besar dalam segi ekonomi. Jember pun menjanjikan untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha. 

Namun, kondisi tersebut sayangnya, saat ini tidak didukung oleh sarana prasarana teramat vital untuk pengembangan ekonomi, pembangunan, maupun aktivitas masyarakat. Apakah itu?

Ya, infrastruktur jalan di Kabupaten Jember sudah merata lubangnya. Di mana-mana, setiap jengkal dijamin ada, demikian seloroh warga yang ditemui hariansuara

Pada musim kemarau lubang-lubang ini berpotensi untuk mencelakai pengguna jalan. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang. Bahkan semalam, Achmad Arfan, aktivis yang tergabung dalam organisasi masyarakat Barisan Solid Merdeka, BASOKA, memposting terjadinya kecelakaan tunggal di Kecamatan Rambigundam, Rambipunji. Lagi-lagi, penyebabnya adalah lubang yang menjadi ‘ranjau’ penjungkal para pengguna kendaraan beroda dua. 

Masyarakat Jember sudah teriak-teriak minta jalan diperbaiki. Bahkan tanggul di Jalan Sultan Agung, boulevard-nya Kota Jember, tak dibetulkan, sehingga akhirnya rubuh, terjun bebas. 

Terkait jalan berlubang, Wawan Suprayitno, seorang pengemudi ojek online (OJOL), menggagas ide yang bernas. Ia merogoh kantung sendiri membeli pilox putih, lalu turun ke jalan, dan melingkari lubang-lubang di jalan raya Kota Jember. Teman-teman sesama OJOL pun terpanggil, lalu bersama-sama berkolaborasi melingkari lubang-lubang di jalan.  

Ia menulis di akun facebook-nya, “Lapor lagi Luuuur... Jika ada yg Berfikir ini Teguran atau Tamparan bagi Pihak pihak yg Merasa tersindir dg Kerjaan yg saya Kerjakan, Baik itu dari Dinas atau Petugas ataupun Pejabat Jember ANDA SALAH BESAR.

"Saya Hanya melaksanakan apa yg Bisa saya laksanakan sebagai Bentuk Aksi saya untuk Meminimalisir Kecelakaan yg ahir ahir ini terjadi disebapkan oleh Lubang dijalan Kususnya di Jember Kota. Trimakasih atas Dukungan Kluarga GOJEK Jember yg sudah Sangat Mensuport penuh Kegiatan saya ini ,Kalian semua Luarbiasa.

"Dan tak lupa pula saya berterimakasih atas Kerjasama masyarakat jember Telah membantu dg memperlambat laju kendaraan saat para Driver GOJEK Menandai Jalan yg Berlubang tersebut... Saya dan Saudara Gojek lainnya tidak akan berhenti sampai disini ,... Salam Satu Aspal ❤️.”

Postingan Wawan segera beroleh respons yang kuat dari masyarakat. “Semangatt mass.. Pilok anda sgt membantu saat sy harus berkendara terutama di malam hari.. .” Kemudian warga lainnya, Ennol Wibisono, merespons, “Ayo didukung kegiatan mulia ini …

Artinya, masyarakat luas sangat rindu pada jalan yang rata. Tidak seperti sekarang, Jember tak ubahnya jadi 'Kota Jeglongan Sewu', seperti julukan dari Jhon Oplu'z di akun facebook-nya.

Dan juga keliru jika menganggap warga Jember tak tahu akan hak mereka. Tilik postingan Christine Chrisdyanto. Ia mengangkat Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan. Pun ia berkomentar, “Kepedulian kita untuk semua. Semua pengguna jalan keselamatan bersama. trims atas aksinya yg sangat bermanfaat lur.” (*) mel/mel    Foto: Wawan Suprayitno dkk

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X