
hariansuara.com, Jember - Hj Kasih Fajarini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember bersama beberapa pengurus hari ini (1/4/2021) kembali bekerja, turun ke masyarakat.
Agenda kali ini adalah melihat sejauh mana kegiatan berusaha di kalangan pengrajin sepatu di Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Sejak dulu kawasan ini terkenal dengan home industry kerajinan alas kaki, sepatu dan sandal beraneka bentuk.

“Saya gembira dan bersyukur melihat pengrajin sepatu di sini tetap eksis di tengah pandemi COVID-19. Kita berdoa ya, semoga pandemi ini segera berakhir,. Kegiatan ekonomi berjalan normal kembali. Daya beli masyarakat kuat, pesanan sepatu mengalir, dan pengrajin sepatu Jember pun makin produktif,” ujar Bu Rien Hendy, sapaannya.
Perempuan pengusaha fashion Rien Collection ini tak menampik jika andemi COVID-19 berdampak luas ke sektor ekonomi. Baik perusahaan menengah hingga kelas kakap terkena akibatnya. Tak sedikit pula yang akhirnya terpaksa menghentikan usahanya.

“Meski kondisi ekonomi lesu, tapi kita mesti tetap optimis ya. Terus berikhtiar. Alhamdulillah, seperti pengrajin sepatu di Petung ini, UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) justru relatif bisa bertahan,” ujar Hj Kasih Fajarini, yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember.
Diimbaunya, pelaku usaha termasuk pedagang dan pengrajin kiranya mulai menjajaki peluang e-Commerce, yaitu pasar online.
“Pasar offline cenderung terdampak COVID-19. Sebaliknya, banyak konsumen yang memilih berbelanja melalui aplikasi. Sampai di Jakarta, PD Pasar Jaya melakukan terobosan bekerja sama dengan perusahaan e-Commerce. Ini untuk membantu para pedagang di pasar menjualkan barang dagangan mereka,” tandas Hj Kasih Fajarini. (*) mel/mel Foto: Isma
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU