Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Tim Akselerasi Upaya Turunkan AKI, AKB, AKBAL dan Stunting Datangi Desa Jatisari, Jenggawah 

Cakrawala Daerah
15 Jun 2021
Tim Akselerasi Upaya Turunkan AKI, AKB, AKBAL dan Stunting Datangi Desa Jatisari, Jenggawah 

hariansuara.com, Jember - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember turun langsung menemui masyarakat desa. Kali ini Senin (14/06/2021), mereka datangi Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah.

Agenda pertemuan itu sendiri adalah Tim Akselerasi Upaya Penurunan AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), AKBAL (Angka Kematian Balita) dan Stunting di Kabupaten Jember.

Tak kurang dari Ketua TP PKK Jember Dra Hj Kasih Fajarini hadir, bersama Wakil Ketua PKK, Hj Ervita Fadilah Sari, kemudian Wakil Ketua 4 PKK atau Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) 4, Dra Hj Emi Kusminarni, serta beberapa anggota Pokja 4 PKK. Tampak juga kehadiran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), para kader, Kepala Desa Jatisari dan dokter Puskesmas.

Ketua TP PKK Jember dalam pertemuan itu untuk mendapatkan aspirasi dan juga kendala yang ada terkait pembangunan manusia di sana, terutama menyangkut empat problem serius di Jember yaitu AKI, AKB, AKBAL dan stunting. Dilanjut kemudian dengan mengunjungi Posyandu Apel 13. 

Dari masukan yang dihimpun, mereka yang anggota keluarganya mengalami AKI, AKB, AKBAL dan stunting adalah yang tidak mau memeriksakan kesehatannya di Puskesmas atau Posyandu. Pun, tatkala hamil, ia tidak mau memeriksakan kehamilannya ke bidan atau dokter. Bahkan ada satu kejadian, terjadi kejar-kejaran saat si ibu hamil hendak diperiksa. 

Hal ini terjadi karena rendahnya pendidikan dan sumber daya manusia, serta kesulitan ekonomi. Alhasil, saat janin dalam kandungan dari ibu yang mengalami gizi buruk itu tidak terpantau. Pada saat kondisi malanutrisi atau kekurangan gizi ini berlanjut sampai 100 hari pertama kelahiran (HPK) si anak, maka stunting tak terelakkan. Kemungkinan lainnya, si ibu, bayi atau anak di usia balita tak bisa bertahan hidup.

Di Desa Jatisari kondisi kesehatan masyarakat masih memprihatinkan. Dalam satu RT ada warga yang anaknya mengalami stunting, ada juga anak hidrosefalus di mana cairan otak menumpuk di kepala, serta ada nenek yang menderita gondok.

TP PKK dalam melayani masyarakat, dalam hal ini Pokja 4 pada kesempatan ini menggandeng BAZNAS, sehingga dapat memberi tambahan beras 5 kg untuk 15 KK yang balitanya mengalami stunting dan tidak mampu.

Anak-anak dalam kondisi ‘emergency’ akibat mengalami stunting ini sepatutnya mendapatkan tambahan makanan bergizi, suplai vitamin, buah dan sayuran. (*) Melia Hapsarani/Siti Muhanah     Foto: Pemkab Jember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X