
hariansuara.com, Jember - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Dra Kasih Fajarini terus bersafari ke sejumlah titik di Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Agendanya sama, mengakselerasikan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting.
Beberapa waktu lalu, mendatangi Kecamatan Ledokombo, sesudah sebelumnya mengunjungi Kecamatan Jenggawah dan Kaliwates. Di Ledokombo, Ketua TP PKK dan tim mengawali kegiatan di Dusun Tegalan, Desa Slateng, Ledokombo, tepatnya di Posyandu Flamboyan 58.

“Mari kita semua bersama-sama menyelamatkan masa depan Kabupaten Jember dengan cara menurunkan AKI, AKB dan stunting. Ibu adalah yang melahirkan anak yang diharapkan jadi generasi penerus Jember di masa depan. Untuk itu, ibu dan anak harus sama-sama sehat lahir batin, sehingga kelak bisa membangun dan memajukan Jember di masa depan,” tutur, Bu Rien, Ketua TP PKK kerap disapa.
Disampaikan lebih lanjut, untuk mempercepat penurunan AKI, AKB dan stunting, TP PKK terus bersafari menyambangi 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Melakukan sosialisasi, mengecek sarpras (sarana prasarana)

Posyandu, menyiapkan kader yang andal sampai menyapa warga masyarakat secara langsung. “Ibu hamil sehat akan melahirkan bayi yang sehat pula. Juga kualitas ASI (air susu ibu) bagus, sehingga bayinya cukup gizi dan bisa tumbuh besar serta cerdas, dan imunitas tubuh yang prima.”
Budikdamber Sumber Nutrisi untuk Sehatkan Ibu dan Anak
Salah satu penyebab utama terjadinya AKI, AKB dan stunting adalah kekurangan gizi yang buruk selama kehamilan dan dalam waktu yang lama. Ada sebab lainnya, yaitu ketidaktahuan apa yang boleh dan tidak dilakukan selama kehamilan dan menyusui maupun merawat si bayi.
“Untuk mengatasi kekurangan gizi, Bupati Jember menggagas program yang disebut Budikdamber, yaitu budidaya ikan dalam ember. Setiap rumah bisa memelihara ikan. Ikan ini nantinya bisa dipanen untuk memenuhi kebutuhan protein sekeluarga. Terutama bagi ibu yang hamil dan menyusui.”

Khusus terkait AKI, AKB dan Stunting, Ketua TP PKK sungguh prihatin. Terlebih Jember masih di posisi atas dibanding kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, tambah Bu Rien, TP PKK menggandeng berbagai pihak dan melakukan kolaborasi. Utamanya dengan unsur dari Dinas Kesehatan, kader Posyandu, ahli medis dan sebagainya. Kolaborasi ini penting sekali.
UMKM Maju, Masyarakat Jember Sejahtera dan Sehat
Pemerintah Kabupaten Jember, dalam program pembangunan dipimpin Bupati Jember Hendy Siswanto sedang ikhtiar membangun jalan hingga ke pelosok. Dengan adanya jalan ini, masyarakat bisa berniaga ke kota maupun melakukan kegiatan positif lainnya ke mana saja di Kabupaten Jember, tanpa hambatan. Kegiatan ekonomi terus bergerak, maka kesejahteraan masyarakat pun meningkat.
“Bila masyarakat sejahtera, para ibu hamil bisa membeli panganan bergizi. Kehamilannya sehat, bayu yang lahir juga sehat, ASI si ibu juga sehat tersedia untuk bayinya. AKI, AKB dan stunting bisa dicegah,” tambah Bu Rien lagi.

Terkait hal itu, TP PKK giat mendukung kegiatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Di lingkungan Posyandu Flamboyan 58, juga ada sejumlah UMKM. Ketua TP PKK dan rombongan sempat singgah di UMKM Manik-Manik, yang telah mengekspor produknya ke Eropa dan Timur Tengah.
Selain itu juga ke UMKM Batik Tulis. Bu Rien menyemangati masyarakat setempat untuk lebih banyak lagi yang melakukan hal serupa, melakukan lomba dan mempromosikannya secara luas. Carany, memajang produk UMKM di rak-rak display agar masyarakat atau wisatawan kelak akan tahu produk UMKM unggulan dari dusun dan desa di Ledokombo.

Hadir di acara tersebut Camat Ledokombo, para Kader Posyandu, perangkat desa, ibu muda, ibu hamil dan ibu menyusui. Antusias mereka menyimak pemaparan yang disampaikan. AKI, AKB dan stunting di Kabupaten Jember masih sangat tinggi di antara kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur.
Ketua Pokja IV, Suharti, memaparkan di tengah potret buram AKI, AKB dan stunting di Jember, ada harapan positif kelak Jember bisa memperbaiki keadaan ini. Terlihat dari tahun ini tidak ada penambahan AKI. AKB ada, tetapi karenakan infeksi, dan juga sudah diupayakan mitigasinya. Dengan bersama-sama, ia optimistis, Kabupaten Jember bisa menangani AKI, AKB dan stunting. (*) Sulanjana/Prabu Foto: TP PKK Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU