
hariansuara.com, Jember - Selama pandemi Covid-19, seringkali terdengar kabar duka cita tentang meninggalnya warga di sekitar karena terinfeksi virus sangat berbahaya ini. Di masyarakat sendiri banyak yang belum paham bagaimana seharusnya merawat jenazah suspek Covid-19 yang meninggal di rumah, baik dari sudut agama dan medis.
Untuk itulah, di kantor PC Muslimat NU Jember tadi, Minggu (08/08/2021) berkumpul para Pengurus Cabang dan Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Jember.

“Kami mengadakan pertemuan bersama Forum Komunikasi antarpengurus di tingkat kabupaten dan kecamatan. Peserta dijelaskan tentang merawat jenazah suspek Covid-19 yang wafat di rumah. Baik secara agama maupun medis. Pertanyaan-pertanyaan ini belakangan mencuat ke permukaan,” jelas Ketua DPC Muslimat NU, Nyai Emi Kusminarni kepada hariansuara.
Tampak hadir tak kurang 50 peserta Pengurus Cabang dan Anak Cabang Muslimat NU Jember. Penyelenggaraan acara dilakukan dalam ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

Benar saja, sepanjang acara, para peserta aktif bertanya. Pembicara dr Cicik Komarih, SpM dan Hj Ja'faroh Wafi menjawab dengan detail dan seksama.
Tak lupa diingatkan lagi kepada semua untuk mengajak dan mengingatkan siapa saja agar disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dari riset dan temuan terakhir, protokol kesehatan dinilai efektif untuk melindungi diri dari infeksi virus Corona penyebab Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Konsep 5 M: mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
Kegiatan diskusi menjadi penuh makna dengan pengawal acara dilakukan istighosah berdoa bersama untuk keselamatan dan kesehatan semua, saudara sebangsa se-Tanah Air. (*) Sayuti/Prabu Foto: DPC Muslimat NU
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU