Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan untuk Tekan AKI, AKB dan Stunting di Jember

Cakrawala Daerah
19 Oct 2021
Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan untuk Tekan AKI, AKB dan Stunting di Jember

hariansuara.com, Jember - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hadir untuk mendukung suksesnya kiprah pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui berbagai program kerja. 

Salah satunya, Program Bangga Kencana Kesehatan. Dicanangkan sejak 27 tahun lalu, PKK dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa merangkul komponen masyarakat untuk berkolaborasi dalam meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan. 

Termasuk di dalamnya, peran sentral Tim Penggerak (TP) PKK dalam menyukseskan program keluarga berencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. 

Selama bertahun-tahun lalu, terlebih adanya pandemi Covid-19, Kabupaten Jember menghadapi permasalahan pelik dalam pembangunan manusia Jember. Terlihat dari tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 61 kasus, Angka Kematian Bayi (AKB) sejumlah 324 kasus, dan stunting (kekerdilan) sebanyak 37,94 persen. 

Ketua TP PKK Kabupaten Jember Dra Hj Kasih Fajarini dalam kesempatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan pada Senin  (18/10/2021). Fajarini menyampaikan keprihatinannya akan kondisi dan permasalahan kesehatan di masyarakat Jember ini. 

Disebutkannya, sejumlah faktor menjadi penyebab tingginya AKI, AKB dan stunting. Di antaranya, kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat bagi si ibu dan janin dalam kandungan.

Pun, ketika bayi lahir, ibu kurang pengetahuan tentang asupan bergizi sehingga kualitas ASI-nya tak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi. Padahal untuk mencegah AKI, AKB dan stunting, anak mesti terpenuhi kebutuhan gizinya terutama di 100 hari pertama usia anak. Begitu pula pada usia emas pertumbuhan anak (golden years) dari usia 1 hingga 5 tahun. 

Selain itu, di masyarakat masih ada anggapan anak perempuan harus segera dinikahkan agar terhindar dari fitnah dan hal negatif lainnya. Alhasil, putri yang sesungguhnya belum cukup dewasa dan punya bekal pengetahuan tentang kesehatan akhirnya menjalani pernikahan dini. Hal-hal ini semua berujung pada perilaku yang kurang mendukung terbangunnya kesehatan yang baik di masyarakat.

Dalam menekan angka AKI, AKB dan stunting, Ketua TP PKK Fajarini berharap terjalin sinergi dan kolaborasi yang baik dengan pihak-pihak terkait melalui Program Bangga Kencana Kesehatan. 

PKK bersama dinas-dinas terkait--Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)--satu persepsi dan komitmen bersama PKK dalam mewujudkan masyarakat dan generasi penerus yang sehat dan penuh semangat menyongsong masa depan yang lebih baik. 

“Melalui Program Bangga Kencana Kesehatan ini, mari bersama-sama kita membenahi program yang belum optimal,” ujar Ketua TP PKK Fajarini, menyemangati di acara yang dikemas oleh Ketua Pelaksana, Wakil Ketua 4 Pokja 4, Dra Emi Kusminarni. (*) Sayuti/Santang      Foto: TP PKK Pokja IV Kabupaten Jember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X