
hariansuara.com, Jember - Tiada hari tanpa turun ke desa-desa melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terkait program Pembinaan Terpadu Program PKK Sehat Lestari Berencana. Itulah giat Ketua Tim Penggerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Dra Hj Kasih Fajarini, bersama para pengurus selaku Tim Monev.
Istri Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto ini menjelaskan, program Pembinaan Terpadu Program PKK Sehat Lestari Berencana mempelajari dari dekat kondisi dan potensi di 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Ke depannya, dibuat pilot project sesuai kekhasan potensi masing-masing.
Kemudian Tim PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa bersinergi dan berkolaborasi mengeksplor, memaksimalkan dan mengembangkan potensi-potensi tersebut menjadi sumber pemasukan daerah. Kelak, ekonomi desa bangkit, maka terbangunlah keluarga sehat dan sejahtera.

Program baru hasil evaluasi tiga institusi terkait: PKK, BP3AKB (Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana) dan Dinas Kesehatan ini dirancang untuk mendukung program pemerintah. Di antaranya yang utama, mengatasi AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi) dan stunting, meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat serta menyukseskan program vaksinasi Covid-19.
Setelah 7 bulan berjalan, sempat terjeda akibat melonjaknya pandemi Covid-19, TP PKK kini kembali turun ke masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat. Di antaranya ke Desa Kepatihan di Kecamatan Kaliwates, Desa Wonojati di Kecamatan Jenggawah, Desa Sidomulyo di Kecamatan Semboro, Desa Klungkung di Kecamatan Sukorambi, Desa Darsono di Kecamatan Arjasa, Desa Mojomulyo di Kecamatan Puger dan Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo.
Di Kecamatan Tempurejo, misalnya, ditemukan potensi menonjol di 8 desa di sana sektor tanaman dan perkebunan. Hasil palawija itu bisa diolah menjadi camilan yang bernilai ekonomis. Selain itu potensi kekayaan alam di sana juga berpeluang dikembangkan menjadi Desa Wisata. Ada Bendungan, Taman Nasional Meru Betiri, Danau Sahjan, Air Terjun Sarang Tawon, Pantai Canaan dan Pantai Nanggelan.

Pun, di Desa Mojomulyo, Puger. Banyak potensi yang bisa dikelola jadi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat setempat yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Sebut saja, terasi, abon, batik khas Puger dan sebagainya. Semua bisa dipromosikan. Untuk itu kelengkapan surat-suratnya harus ada, sehingga bisa saya tawarkan ke Pasar Jaya di Jakarta," ungkap Kasih.
Pada dasarnya potensi Jember di 31 kecamatan bisa dibuat pilot project menjadi komoditi dan dibina, lalu dipamerkan di ajang ekspo Nasional dan Internasional, maka ini membuka peluang jadi sumber pendapatan daerah.
“Potensi Kabupaten Jember besar sekali dan bagus. Terbukti pada APKASI Otonomi Expo (AOE) 2021, Kabupaten Jember meraih tiga predikat sekaligus. Pemenang Kategori Komunikatif, Pemenang Kategori Special Design dan Juara Umum. Kita harus optimistis, bekerja keras bersama-sama, maka Jember akan bangkit,” tambahnya.
Diharapkan pula, dengan bangkitnya ekonomi daerah, maka penghasilan warga pun ikut membaik. Pendapatan bertambah, maka bisa memenuhi kebutuhan keluarga akan asupan gizi yang baik. AKI, AKB dan stunting bisa dihindari, sebab ketiga masalah itu muaranya pada kondisi gizi yang buruk akibat kemampuan ekonomi yang lemah.
“Mari kita semua meningkatkan kerja sama, saling peduli, mendukung satu sama lain, bergotong royong maka Jember akan bisa mengatasi AKI, AKB dan stunting. Kabupaten Jember yang kita cintai ini akan harmonis, sejahtera dan berkualitas. Seperti jargon Bapak Bupati Jember, Wes Wayahe Mbenahi Jember. Wes Wayahe Jember Bangkit.” (*) Sayuti/MTS Foto: Pemkab & Diskominfo Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU