
hariansuara.com, Jember - Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember sejatinya merupakan peringatan akan bangkitnya perempuan Indonesia dalam memperjuangkan eksistensi diri pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
Hari Ibu merujuk ke dalam konteks sejarah yang lebih luas, yakni sebagai hari di mana untuk pertama kali digelar Kongres Perempuan Indonesia pada 20-25 Desember 1928. Kemudian, Presiden Soekarno menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No 316 Tahun 1959.
Baca juga: Hari Ibu Adalah Hari Perjuangan Kaum Perempuan Indonesia
Jelang Hari Ibu ke-93 jatuh pada 22 Desember 2021, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengadakan kegiatan peringatan di Transmart Jember Sabtu (18/12/21) ini. Tema yang diusung ”Perempuan Penyemangat dan Garda Terdepan dalam Menanggulangi Pandemi Covid-19”.

Ketua Tim Penggerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dra Hj Kasih Fajarini, hadir bersama Wakil Ketua TP PKK Hj Ervita Afdila Sari, para pengurus serta anggota.
Dalam kesempatan itu, Kasih Fajarini menggugah kaum perempuan di Kabupaten Jember untuk bergerak aktif, terus memaknai Hari Ibu sebagai momen kebaikan. Rasa kasih dan perjuangan berawal dari cinta kasih sosok perempuan bernama ibu dalam mendidik generasi penerus.

Peran perempuan juga penting dalam berbagai sektor pembangunan. Memberi perhatian dan mendorong para pemangku kepentingan dalam memajukan kehidupan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta membela hak dan kewajibannya sehingga terangkat potensi yang dimilikinya.

"Saya atas nama Ketua TP PKK mengucapkan selamat kepada pemenang lomba evaluasi tugas pokok PKK," ujar Kasih Fajarini.
Acara peringatan diwarnai dengan pagelaran busana batik dan kebaya Indonesia, lomba menghias tumpeng nasi kuning. Kegiatan berjalan semarak dan dirasakan manfaatnya untuk menggali dan mengembangkan potensi perempuan dalam memajukan kearifan lokal. (*) Siti Muhanah/MTS Foto: Diskominfo Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU