Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kickoff Menulis Buku Cerita untuk Para Inohong se-Jawa Barat

Cakrawala Daerah
27 Feb 2022
Kickoff Menulis Buku Cerita untuk Para Inohong se-Jawa Barat

hariansuara.com - Satu realita yang merata, termasuk di Jawa Barat, indeks literasi masyarakat, khususnya anak-anak masih rendah. Sebagai dukungan meningkatkan literasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat bekerja sama dengan penerbit PT Erlangga.

Salah satunya, mengadakan talkshow bertajuk Kickoff Menulis Buku Cerita untuk Para Inohong se-Jabar pada Rabu (23/2/2022) lalu di Gedung Dispusipda Prov Jabar. Rencananya, talkshow akan digelar di 27 kabupaten/kota di Jabar

Bunda Literasi Atalia Praratya membagi pengalaman pribadi dalam tema bertajuk Rahasia Menulis Buku Cerita Ala Atalia. Selaku pendamping Gubernur Jabar Ridwan Kamil, aktivitasnya sangat padat, tetapi masih sempat menulis buku. 

“Mama mengajarkan saya untuk rajin menulis waktu saya kecil, rajin beli buku dan membebaskan kami beli buku dan berlangganan majalah apa saja sesuai perkembangan usia. Saya diajari menulis segala sesuatu. Waktu SMP, Mama tugaskan saya menulis catatan keuangan rumas kos. Semua ditulis, sehingga menulis jadi kebiasaan,” tutur Atalia, bersyukur orang tuanya sangat memperhatikan dunia literasi dan tumbuh kembang anak sesuai usianya.

Sementara itu Kepala Dispusipda Jabar, Dr Hening Widyatmoko, MA menyoroti sastra anak di pada umumnya belum diperhatikan secara khusus. Tema cerita kurang variatif, pun ragam ilustrasi yang berfungsi menguatkan tema cerita kurang serius diperhatikan. Alhasil, anak tidak leluasa mendapatkan buku cerita yang menarik minatnya.

Sangat disayangkan, sebab kemampuan dalam berliterasi hal penting yang harus dikuasai setiap orang. Mencerdaskan manusia perlunya membaca, menulis, dan memahami apa pun yang dapat meningkatkan dan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. 

Hadir Kepala Cabang Bandung PT Penerbit Erlangga, Subekti, penulis buku cerita anak dan pendongeng anak Mohamad Ariyo Zidni. Talkshow dimoderatori oleh Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unikom, Mia Nurmiarani, M.I.Kom.

Dari Ketikan Jadi Terbitan

Asisten Managing Director PT Erlangga, Fikri Somyadewi, secara daring mengupas keuntungan menulis buku, proses membuat buku, dari ketikan jadi terbitan, dan prasyarat naskah yang bisa diterima penerbit bergengsi.

Lima keuntungan menulis buku, kupas Fikri, di antaranya:

* Memperluas Wawasan & Kreativitas, sebab menulis buku merupakan aktivitas akademis yang mendorong seseorang menggali lebih dalam suatu subjek. Meski, boleh berkreasi dalam cara penyampaiannya. 

* Membentuk Karakter yang Positif. Menulis bisa sangat melelahkan, namun proses tersebut dijalani maka akan membentuk karakter yang tekun, sabar, disiplin, dan gigih hingga akhir. 

* Poin Plus pada Portofolio. Menerbitkan buku sebuah pencapaian akademik yang dapat Anda cantumkan dalam portfolio kompetensi. 

* Sumber Pahala. Buku yang ditulis sepanjang masih dimanfaatkan akan menjadi sumber pahala yang tiada henti.

* Penghasilan Tambahan. Buku yang terdistribusi dengan baik dan terjual di pasaran akan menjadi passive income berupa royalti. Seumur hidup bisa diperoleh bila buku tersebut best seller. 

Fikri juga mengurai alur pembuatan buku dari ketikan disusun menjadi naskah, lalu dikirim ke penerbit. Diterima, maka naskah memasuki proses editing, dilengkapi data dan ilustrasi, lalu ditata letak untuk cetak dan didistribusikan. 

Tips untuk naskah bisa diterima penerbit, ulas Fikri, tulisan siap baca, komprehensif, alur tulisan baik, bahasa mudah dipahami, lalu sinkron dengan pembaca yang ditarget, dan penulisan sesuai kaidah EBI sempurna. Data lengkap dan jelas, sudah diketik komputer, dilengkapi print out, sinopsis, serta foto/ilustrasi orisinal, dan disertai proposal target pembaca. 

Narasumber penutup, Mohamad Ario Zidni, biasa disapa Kak Aio, berbagi Tips Mudah Menulis Buku Cerita Anak. Ia juga memaparkan pengalamannya jadi pendongeng cerita anak yang memberinya kebahagiaan. Selain menyenangkan, mendongeng juga bisa membangun daya imajinatif dan meningkatkan literasi sejak dini. (*) Melia Hapsarani/MTS           Foto: Dok Pri

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X