
Kulon Progo - Warga Pedukuhan I Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku resah pasca tanggul Sungai Serang ambrol.
Ketua RT Pedukuhan I Sugiyono di Kulon Progo, Senin, mengatakan tanggul tersebut ambrol sepanjang 60 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Lokasinya berada di tikungan sungai.
"Lebar tanggul hanya tersisa kurang dari satu meter. Sehingga hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Kalau aliran sungai kembali banjir dikhawatirkan sisa tanggul itu akan jebol," kata Sugiyono.
Diperkirakan tanggul ambrol sejak sekitar sebulan lalu saat terjadi banjir di aliran sungai tersebut. Namun karena tanggul itu jauh dari pemukiman sehingga baru diketahui beberapa hari terakhir.
Pemerintah desa sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mengukur, dan mengambil foto dokumentasinya. Rencananya akan dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
"Kalau sampai jebol, lahan sawah di sini akan tergenang air dari sungai. Persawahan milik sekitar 50 kepala keluarga warga RT 1 (Pedukuhan Keboan, Karangwuni) ini terancam," katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Hepi Eko Nugroho mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait jebolnya tanggul Sungai Serang di Desa Karangwuni tersebut.
"Bencana seperti tanggul jebol seringkali menjadi dilema bagi BPBD karena kewenangannya berada di BBWSSO," katanya.(Antara)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU