Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Gubernur Ternate Didesak Copot Dirut RSUD Chasan Boesoerie

Cakrawala Daerah
29 Dec 2016
Gubernur Ternate Didesak Copot Dirut RSUD Chasan Boesoerie

 

Ternate - Puluhan tenaga medis RSUD Chasan Boesoeiri Ternate, Maluku Utara, Rabu, menggelar unjuk rasa. Mereka menuntut Gubernur setempat, Abdul Gani Kasuba mencopot Direktur RSUD tersebut, Samsul Bahri.

 

"Para tenaga medis ini kesal karena menganggap Samsul Bahri melaporkan tiga pegawai yang diduga mencemarkan nama baiknya," kata pegawai RSUD Chasan Boesoeiri, Nuraeni, di Ternate, Rabu.

 

Dia mengatakan, tindakan Direktur RSUD tidak sesuai fakta lapangan. Tidak salah tenaga medis mempertanyakan tunjangannya kapan dibayar.

 

Namun tuntutan para pegawai ditanggapi Direktur sebagai pencemaran nama baik. Bahkan kemudian melaporkan beberapa pegawainya ke Ditreskrim Polda Maluku Utara. Nuraeni mengatakan, selaku Direktur seharusnya memahami kondisi tenaga medis yang rela menerima tunjangan dengan cara dibayar cicil.

 

"Tunjangan enam bulan hanya diselesaikan separuh. Meski begitu , tenaga medis menerima dengan ikhlas," ujarnya, "Sebelumnya kata Nuraen, ada perjanjian sistem pembayaran harus lunas.

 

"Namun, perjanjian itu tidak direalisasi. Dan pembayaran tunjangan tenaga medis saat ini Pemprov Maluku Utara masih menunggak tiga bulan.

 

"Sisanya belum ada kepastian kapan dibayar," tandas Nuraeni. "Dan aksi ini sebagai tanda ketidakpuasan terhadap Direktur."

 

Pegawai mendesak Gubernur agar mencopot Samsul Bahri dari jabatan Dirut RSUD. Yang bersangkutan dianggap aktor penyebab masalah mogoknya pelayanan kesehatan di RSUD.

 

Direktur RSUD Chasan Boesoerie Ternate, Samsul Bahri melaporkan balik puluhan tenaga medis ke Ditreskrimum Polda Maluku Utara yang masih membentangkan baliho dan spanduk tuntutan.

 

"Saya heran, tuntutan soal pembayaran berbagai honor, telah direalisasikan. Tetapi kenapa masih ada spanduk dan baliho bernada provokatif dipasang oleh para tenaga medis. Ini ada apa? Sehingga satu-satunya jalan harus melaporkan ke Mapolda Maluku Utara," ujarnya.

 

Gubernur Abdul menyatakan, belum berniat untuk mengganti posisi Direktur RSUD Chasan Boesoerie, karena saat ini lebih fokus untuk pembenahan internal di RSUD tersebut.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X