
Ternate - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara akan mengupayakan agar materi mengenai bahaya narkoba bisa masuk di sekolah. Ini sebagai upaya mencegah tingginya peredaran narkoba di anak usia dini.
"Kami memperjuangkan agar materi tentang narkoba masuk sebagai muatan lokal di tingkat SD hingga SMA," kata Kepala BNNP Maluku Utara, Richard Nainggolan, di Ternate, 30/12.
Upaya ini telah dilakukan BNNP dengan melobi Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba untuk memberikan dukungan tentang masalah ini.
BNNP Maluku Utara berupaya mengajak anak usia dini untuk mengenali dan mewaspadai peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Selain itu, anak-anak juga dibekali dengan berani menolak dengan berkata tidak, jika ada orang asing yang menawarkan sesuatu seperti permen.
Maraknya anak yang menghirup zat inhalant berupa lem juga menjadi perhatian BNNP.
"Anak-anak adalah harapan bangsa di masa depan, calon pemimpin sehingga harus ditanamkan pada mereka bahwa dirinya sangat berharga dan harus terlindungi serta siapa pun tidak boleh mengganggu, menyakiti, bahkan tak boleh ada sentuhan dari orang lain yang membuat anak merasa tidak nyaman selain ibunya," tandas Richard.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU