
Kendari - Gubernur Sultra, Nur Alam mengungkapkan rasa kecewanya lantaran pelaksanaan dzikir akbar dan doa bersama menyambut tahun 2017, tak banyak yang datang.
"Secara kasat mata, yang ikut dzikir malam tadi hanya berkisar 200 orang saja. Padahal jumlah pegawai provinsi saja 7.000-an," ungkapnya saat memberi sambutan dalam acara tersebut, di pelataran rumah dinasnya.
Jumlah itu, tidak termasuk pegawai guru SMU / SMK yang tahun ini sudah menjadi beban Pemprov Sultra. Ada sekitar 8.000-9.000-an angkanya.
Menurut Nur Alam, kegiatan dzikir dan doa bersama bertema `Memahami hikmah waktu dalam pergantian tahun`, itu dianggapnya tak relevan dengan jumlah umat yang hadir.
Kecuali memohon perlindungan pada Allah SWT, Nur Alam, juga memohon agar diberi kekuatan dan umur yang panjang untuk memperbaiki dan melanjutkan program pembangunan yang belum tercapai pada tahun sebelumnya.
Pemkot Kendari memperingati pergantian tahun dengan musik dan kembang api, yang jaraknya tak jauh dari acara dzikir dan doa bersama tersebut.
Memimpin dzikir dan doa adalah KH Mursyidin Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi dan Kesejahteraan setda Provinsi Sultra.
Acara tersebut, selain dihadiri Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh, anggota DPR RI asal Sultra Ny Tina Nur Alam, Sekda Provinsi Lukman Abunawas serta seluruh pejabat eselon dua dan tiga serta unsur TNI / Polri dan masyarakat.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU