
Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan yang dipimpinnya.
"Jika ketahuan bayar-bayar untuk jabatan, baik yang membayar maupun yang menerimanya silakan tangkap saja. Tidak boleh praktek itu dilakukan di pemerintahan saya," kata Cornelis, usai melantik 48 pejabat struktural Pemprov Kalbar, di Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Selasa 03/01.
"Sejak saya jadi pegawai biasa, kemudian menjadi camat, sampai menjadi bupati dan Gubernur sekarang, saya tidak mau bayar-bayar untuk jabatan. Sampai sekarang saya tidak mau itu terjadi," tuturnya.
Menurutnya, yang paling penting dilakukan seorang pegawai atau pejabat adalah bersungguh-sungguh dalam bekerja. Dan bertanggung jawab dengan amanah yang diberikan kepadanya, sehingga berbagai program yang ada bisa tercapai.
"Kalau dia sudah berani bayar untuk sebuah jabatan, dari mana dia dapat uang? Dan ini bisa jadi bibit koruptor katena tentu dia ingin balik modal atas jabatan yang dibayarnya," kata Cornelis.
Untuk itu, dia mengimbau kepada semua SKPD yang ada di lingkungan pemprov Kalbar untuk menghindari praktik jual beli jabatan tersebut.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU