
Gorontalo - Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito mengatakan, pihaknya akan membuka 5.000 hektare lahan pertanian tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
"TNI bersyukur mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk membuka dan mengolah lahan pertanian tersebut. Ini sebagai bukti peran nyata satuannya di tengah-tengah masyarakat," ujar Ganip di Gorontalo, Jumat.
Menurutnya, kunjungannya ke Gorontalo selain untuk menghadiri serah terima jabatan Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 22 Ota Manasa, juga untuk bersilaturahmi dengan jajarannya. Diantaranya Koramil untuk melihat langsung peran para anggota TNI khususnya dalam mendorong peningkatan produksi pertanian di daerah itu.
Pembukaan lahan pertanian tersebut tahun ini, diharapkan merata di tiga wilayah yang dibawahi Kodam XIII Merdeka yang bermarkas di Kota Manado, Sulawesi Utara.
"TNI senantiasa menunjukkan kinerja dan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Diantaranya melalui peran nyata dalam mendorong produktivitas di sektor pertanian," kata Ganip.
Wakil Bupati Gorontalo Utara, Roni Imran mengaku mengapresiasi peran TNI khususnya di kabupaten tersebut.
"Pemerintah daerah dan TNI dari berbagai satuan di daerah ini, berhasil menjalankan kerja sama dalam pengawasan penyaluran bantuan pertanian," ujarnya.
Distribusi bibit, pupuk dan alat mesin pertanian di daerah ini terlaksana dengan optimal dan tepat sasaran. Ini berkat dukungan pihak TNI, khususnya Koramil di setiap kecamatan.
"Pemerintah daerah berharap, kerja sama ini terus berlangsung. Ditambah dengan pengawasan terkait distribusi komoditas unggulan agar harga di pasaran tidak anjlok," ujar Wakil Bupati.
Pengawasan yang dilakukana tidak hanya hulu tetapi juga hilir. Pengawasan harga pascapanen pun diperhatikan.
"Rata-rata harga produk pertanian anjlok saat produksi melimpah yang dipicu adanya permainan harga pasar. Maka pengawasan di tingkat distribusi pun penting dilakukan," ujarnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU