
Mataram - Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melaksanakan sosialisasi program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). Hal ini guna meningkatkan populasi ternak sapi di daerah ini.
"Program ini merupakan program nasional. Termasuk Nusa Tenggara Barat yang menjadi lumbung ternak sapi nasional," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Senin.
Program Upsus Siwab merupakan program percepatan pembuntingan induk sapi melalui inseminasi buatan. Serta mempersingkat waktu pembuntingan yang selama ini 12-13 bulan menjadi 9 bulan.
"Jadi ke depan sapi yang bunting tidak lagi melahirkan pada kurun 12-13 bulan. Tapi dalam waktu sembilan bulan sapi sudah bisa melahirkan sehingga bisa cepat bunting lagi," tuturnya.
Untuk mendukung program tersebut, lanjutnya, inseminasi buatan akan diberikan langsung oleh pemerintah provinsi secara gratis. Tentunya berkoordinasi dengan tim dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram.
Menurutnya, program Upsus Siwab ini sangat penting untuk menjaga populasi sapi di daerah ini. Jika tidak maka populasi sapi bisa terus berkurang.
Data Dinas Pertanian Kota Mataram menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 1.500 ekor sapi yang dikembangbiakkan di sejumlah kelompok ternak di Kota Mataram.
"Jumlah itu menurun dari tahun 2015 yang mencapai sekitar 2.000 ekor. Harapannya dengan program Upus Siwab ini populasi sapi di Mataram akan terus meningkat," katanya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU