
Bojonegoro – Pengaruh banjir di hulu Ngawi juga Jurug, Solo, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, waspada terhadap ancaman banjir Bengawan Solo.
“Diperkirakan air banjir Bengawan Solo di hulu sampai Bojonegoro 2 hari lagi, dengan status masuk siaga II (kuning)," ungkap Kepala BPBD Bojonegoro AndiK Sudjarwo.
Sesuai data yang diterima, pukul 07.00 WIB, ketinggian air pada papan duga di Jurug, Solo, Jawa Tengah, dan Sungai Sekayu di Ponorogo yang airnya masuk Bengawan Solo masuk siaga III/merah.
Diperkirakan ketinggian air banjir di hulu bisa mencapai 14,00 meter (siaga II/kuning), bahkan lebih jika ada tambahan hujan.
Ia menginstruksikan seluruh camat yang daerahnya dilalui Bengawan Solo untuk segera menginformasikan kepada masyarakat terkait kenaikan signifikan air Bengawan Solo.
Lokasi pengungsian, dapur komunitas dan inventarisasi kerusakan yang ditimbulkan dampak banjir, juga mulai dipersiapkan.
Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Ngawi, menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, naik mencapai 7,40 meter (siaga II/kuning), pukul 09.00 WIB.
Berdasarkan data di UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air pada papan duga Bengawan Solo di Bojonegoro merangkak naik dalam waktu bersamaan mencapai 11,87 meter.
Di hilirnya, mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, semuanya di Lamongan, masing-masing 6,99 meter, 5,06 meter (siaga II), 3,82 meter (siaga I) dan 1,72 meter (siaga I).
"Air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, akan naik dalam beberapa hari ini," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Hendro, menambahkan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU