
Kupang – Cuaca ekstrim melanda wilayah Nusa Tenggara Timur menurut pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Informasi dari Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek, kondisi tersebut terjadi karena terdapat sirkulasi siklonik di perairan barat Australia pada level 925/700 hPa.
Penyebab lainnya juga adanya konvergensi atau wilayah belokan angin terdapat di wilayah NTT, tambahnya.
Dari beberapa faktor tersebut, memicu peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan dan angin disertai angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah NTT.
Potensi yang muncul adalah hujan ringan hingga sedang di seluruh wilayah NTT.
Gelombang di wilayah perairan juga perlu diwaspadai oleh operator pelayaran, karena sewaktu-waktu gelombang bisa mencapai 5-6 meter.
Selama dua hari terakhir ini, BMKG mencatat, tinggi gelombang di wilayah perairan laut selatan Kupang, Pulau Rote, mencapai enam meter.
Gelombang setinggi enam meter ini juga berpotensi terjadi di perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Laut Timor Selatan NTT dan Samudera Hindia Selatan NTT.
Selain itu, wilayah perairan Utara Pulau Flores tinggi gelombang mencapai lima meter, katanya menambahkan.
Sementara tinggi antara 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, Selat Ombai, Selat Wetar, Selat Alor dan Selat Sape. Kecepatan angin rata-rata 20-35 knot.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU