Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Mensos Khofifah Indar Parawangsa Serahkan Bansos 229 Miliar Untuk Lamongan

Cakrawala Daerah
12 Feb 2017
Mensos Khofifah Indar Parawangsa Serahkan Bansos 229 Miliar Untuk Lamongan

 

Lamongan - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu, menyerahkan bantuan sosial tahun 2017 sebesar Rp 229 miliar.

 

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Mensos kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertempat di Pendopo Kabupaten Lamongan.

 

"Ini pertama kalinya untuk Kabupaten Lamongan dalam penyaluran nontunai. Sebelumnya mereka menerima dalam bentuk tunai," kata Khofifah.

 

Kini masyarakat kurang mampu menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan sistem perbankan.

 

"Uangnya tidak harus diambil semuanya, sisanya bisa ditabung," kata Mensos.

 

Khofifah mengatakan Provinsi Jawa Timur adalah salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi proyek percontohan pertama PKH tahun 2007. Kabupaten Lamongan berpartisipasi sejak tahun 2014.

 

"PKH Lamongan ini penting karena merupakan perluasan PKH nontunai pertama tahun 2017. Berdasarkan survei yang telah dilakukan tim Kementerian Sosial dengan memperhatikan infrastrukturnya maka tahun ini sudah layak menerima bansos nontunai," katanya.

 

Bantuan sosial untuk Kabupaten Lamongan sebesar Rp 229 miliar dengan rincian bantuan PKH 91 miliar untuk 48.172 keluarga penerima manfaat, bantuan Beras Sejahtera Rp 137 miliar untuk 100.567 jiwa.

 

Bantuan bagi Penyandang Disabilitas sebesar 732 juta bagi 244 jiwa. Bantuan sosial Lanjut Usia sebesar Rp 100 juta untuk 50 jiwa. Selain itu ada juga bantuan Hibah Dalam Negeri sebesar Rp 80 miliar bagi 381 keluarga.

 

"Ini kabar gembira bagi warga Kabupaten Lamongan. Kenaikan bansosnya luar biasa dibanding tahun 2016," kata Bupati Lamongan Fadeli.

 

Fadeli mengaku sangat gembira dengan adanya kemajuan dalam mekanisme penyaluran bantuan PKH. Hal ini, lanjutnya, membuat masyarakat tidak mampu semakin berdaya dan dimudahkan dalam menerima berbagai jenis bantuan sosial dari pemerintah.

 

"Terima kasih, dengan adanya KKS dapat mengurangi tingkat penyelewengan di lapangan. Bantuan beras, PKH sekarang menggunakan kartu. Terima kasih program-program Kementerian Sosial bisa langsung diterima masyarakat tidak mampu," kata Fadeli.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X