
Timika – Hingga kini sudah lebih dari 20 pekerja asing (expatriat) yang bekerja di beberapa perusahaan kontraktor PT. Freeport, kembali ke negara asalnya, menurut data dari Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura.
Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Jesaja Samuel Enock menyebutkan, sebagian dari pekerja asing yang sudah meninggalkan area pertambangan PT Freeport itu ada yang terkena dampak pengurangan tenaga kerja.
"Ada yang kontrak kerjanya sudah selesai kebetulan bertepatan dengan momentum pengurangan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan kontraktor PT Freeport. Tapi ada juga yang terkena dampak langsung dari persoalan yang kini terjadi di PT Freeport," ujarnya.
Menurutnya, pekerja asing yang sudah pergi itu semuanya bekerja di perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasi PT Freeport.
Adapun pekerja asing permanen PT Freeport yang bekerja di kawasan pertambangan di Tembagapura, Mimika, hingga kini belum ada yang diberhentikan atau dipulangkan kembali ke negara asalnya.
"Kalau tenaga kerja asing di Freeport sendiri sampai sekarang belum ada yang dipulangkan," ungkapnya.
Berdasarkan laporan dari Dinas Tenaga Kerja setempat, kebijakan merumahkan dan Pemutusan Hubungan Kerja/PHK karyawan PT Freeport maupun karyawan perusahaan kontraktor serta privatisasinya terus berlangsung sejak Freeport tidak lagi mendapatkan ijin ekspor konsentrat pada 12 Januari 2017.
"Laporan dari Dinas Tenaga Kerja, karyawan yang sudah di-PHK sekitar 300-an orang. Khusus karyawan permanen Freeport diberi kebijakan untuk dirumahkan. Karyawan yang pulang cuti diminta tidak boleh kembali ke Timika untuk bekerja sampai perusahaan normal kembali. Setiap hari ada sekitar 30-500 karyawan yang dipulangkan. Kalau ditotal, jumlahnya sudah lebih dari 1.000 orang yang dirumahkan dan di-PHK," kata Bupati Mimika Eltinus Omaleng.
Tenaga Kerja asing yang bekerja di PT Freeport selama ini didominasi oleh tenaga kerja asal Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada dan Filipina.
Hingga kini tercatat sekitar 200-an tenaga kerja asing masih bekerja di PT Freeport dan berbagai perusahaan privatisasi serta kontraktornya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU