Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kupang Dukung PKH Melalui Unit E-Warung

Cakrawala Daerah
22 Feb 2017
Kupang Dukung PKH Melalui Unit E-Warung

 

Kupang – Warung elektronik atau e-warung akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Kota Kupang. Setidaknya ada 15 warung yang akan dibuka untuk kemudahan transaksi warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

 

"Untuk tahun ini Pemkot membentuk 15 unit e-warung untuk membantu pelayanan transaksi bagi 6.019 keluarga penerima PKH," kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral.

 

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan lokasi pembangunan e-warung, agar warga yang penerima PKH tidak kesulitan untuk mengaksesnya.

 

Warung elektronik atau e-warung adalah kebijakan Kementerian Sosial bagi transaksi para penerima PKH di seluruh Indonesia untuk kenpentingan pemerataan, mengurangi rasio gini atau kesenjangan sosial dan membuka lapangan kerja.

 

Dalam konteks itu, para penerima PKH akan membeli segala bentuk kebutuhan hidupnya di warung elektronik tersebut untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangganya.

 

"Nantinya e-warung menjual sembilan kebutuhan pokok sehingga memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan keluarga penerima PKH," ujar Felisberto.

 

Dia berharap, e-warung cepat dibangun agar bisa segera dimanfaatkan oleh 6.019 peserta PKH yang telah menerima dana nontunai yang dicairkan awal Februari lalu.

 

Menurut Felisberto, Kementerian Sosial memasang target akan meluncurkan 300 unit e-Warung di tanah air. Sistem penyaluran bantuan sosial berbasis nontunai itu untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas.

 

Ia melanjutkan, masyarakat penerima PKH akan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE) sebagai embrio pembentukan e-warung yang akan menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok dalam rumah tangga.

 

Dalam pengelolaan e-warung itu tentu setiap kelompok akan mendapatkan pendampingan dari salah satu Himpunan Bank Negara (Himbara) sebagai basis kerja sama penyaluran bantuan nontunai itu.

 

Bahkan dalam bahan pokok tersebut disubsidi dari Bulog, di mana setiap pengelola mendapatkan keuntungan Rp500 setiap kilo yang dijualkan. "Ada konteks pemberdayaan nyata dalam pola e-warung ini," katanya.

 

Secara lokal, Kota Kupang telah menyalurkan sistem pembayaran nontunai kepada 6.020 Simulasi penyerahan langsung dilakukan secara teknis langsung bersama bank penyalur yaitu BRI.

 

Dengan kebijakan bantuan nontunai ini akan memberikan sejumlah keuntungan bagi penerima PKH antara lain, akan lebih memberikan ketepatan waktu, jumlah dan kualitas bantuan yang diterima.

 

"Dasar itulah lalu membuat pemerintah mengubah pola penyalurannya dari tunai menjadi nontunai," katanya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X