
Bandung – Sebagai pengganti bantuan beras miskin (Raskin) yang sudah dihentikan sejak akhir 2016, Pemerintah Kota Bandung Pemerintah Kota Bandung meluncurkan kartu Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada masyarakat yang berhak.
"Orang miskin yang terdata dalam SK Menteri Sosial sebanyak 63.262 kepala keluarga (KK), tapi baru tersalur 10.000 KK," kata Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial.
Ia menjelaskan, masyarakat penerima program BPNT akan diberikan voucher layaknya kartu ATM. yang dikerjasamakan bersama Bank Nasional Indonesia (BNI). Pemkot menggandeng Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk menyukseskan program ini.
Setiap bulannya kartu tersebut akan diisi oleh pemerintah pusat sebesar Rp 110 ribu dan hanya dapat dibelanjakan di E-warung.
"Ini program pemerintah pusat dari kementerian sosial agar mereka (masyarakat miskin) lebih praktis. Kan kalau diberikan Raskin 15 kg misalnya, nanti suka dibagi-bagi lagi," ungkapnya.
Kartu tersebut digunakan untuk belanja berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, gas elpiji, dan berbagai kebutuhan lainnya. Meski begitu, kartu tersebut hanya bisa dibelanjakan di E-warung yang saat ini hanya ada di 70 titik di Kota Bandung.
"Saat ini hanya ada 70 E-warung, saya harap nantinya per kelurahan ada satu, atau ke depan setiap RW punya," ujarnya.
Di tempat yang sama CEO BNI Wilayah Kota Bandung Fauzi menyebut, dalam kartu tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok saja, akan tetapi dapat pula digunakan sebagai kartu ATM.
"Jadi kalau penerima manfaatnya nanti mendapatkan bantuan dalam berupa tunai itu kan sudah mulai tahun kemarin. Itu berfungsi sebagai ATM. Tapi khusus yang BNPT ini tidak boleh dibayarkan tunai tapi mesti dalam bentuk barang," katanya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU