Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Operasi Pasar Pertamina Gagal Turunkan Harga Elpiji

Cakrawala Daerah
16 Mar 2017
Operasi Pasar Pertamina Gagal Turunkan Harga Elpiji

 

Palu – Harga elpiji di pasaran masih belum bisa diturunkan Pertamina meskipun sudah menggelar operasi pasar selama beberapa hari ini.

 

Harga elpiji mengalami kenaikan drastis hingga Rp 30.000 per tabung ukuran 3 kilogram dari harga eceran tertinggi (Het) Rp16.000 di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

 

"Kami menjual dengan harga seperti ini, karena untuk mendapatkannya juga sangat sulit," kata seorang penjual elpiji yang enggan disebut namanya, Kamis.

 

Pedagang tersebut mengaku untuk mendapatkan elpiji, ia harus keliling Kota Palu.

 

"Saya juga membeli pada salah satu kios dengan harga mahal. Karena itu saya menjual kembali tentu cari untung," katanya.

 

Sudah berlagsung hampir sepekan ini, elpiji 3kg sulit diperoleh warga. Selain sulit, harganyapun naik hampir dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

 

PT Pertamina Region VII Sulawesi Tengah mengelar operasi pasar untuk bahan bakar gas bersubsidi yakni elpiji 3 kilogram untuk delapan kecamatan di Kota Palu.

 

"Sesuai dengan rencana, operasi pasar dilakukan selama tiga hari, yakni 14-16 Maret 2017," kata Sales Executive LPG Pertamina Region VII Sulteng Bagus Sulistio Hadi.

 

Operasi pasar dilakukan untuk melihat ketersediaan elpiji saat ini di masyarakat serta diharapkan dapat menstabilkan harga yang naik dalam beberapa waktu terakhir.

 

"Operasi pasar dilakukan setiap harinya serentak dilakukan di semua kecamatan itu, dengan menyediakan 560 tabung gas elpiji 3 kilogram," ungkapnya.

 

Mekanisme yang dilakukan adalah Pertamina membuka posko operasi pasar di kantor kecamatan atau pun sesuai dengan arahan pemerintah kecamatan setempat, kelurahan mana yang sangat membutuhkan bahan bakar tersebut.

 

Dikatakan tidak tersedianya elpiji di pangkalan, kuat dugaan salah satunya disebabkan adanya spekulan yang mencoba untuk menyimpan stok, sehingga tabung semakin langka dan harga naik dari harga HET yang telah ditetapkan.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X