
Kupang - Akibat hujan deras dan banjir susulan yang menerjang badan jalan alternatif pada Kamis (6/4) malam, membuat jalur transportasi Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan daerah-daerah di Pulau Timor kembali lumpuh.
"Jalan Trans Timor kembali lumpuh total, akibat hujan dan banjir susulan yang menerjang pukul 17.30 wita. Terjangan banjir menghancurkan badan jalan alternatif yang dikerjakan Rabu (5/4) malam," kata Lurah Takari, Yosephus Asbanu melalui telepon seluler, Jumat.
Badan jalan alternatif itu dikerjakan Balai Jalan Nasional melalui badan sungai Enokenpuaf.
"Saat banjir susulan Kamis, jalan putus dan menghanyutkan gorong-gorong yang dipasang di jalan alternatif itu," jelasnya.
Dia mengatakan telah meminta warga untuk membantu memperbaiki jalan alternatif tetapi masih harus menunggu banjir surut.
"Kami masih menunggu sampai air surut, baru warga dan para pemuda masuk sungai untuk timbun lagi jalan alternatif," jelas Asbanu.
Ia menjelaskan, antrian kendaraan mengular sudah hampir 4 kilometer, karena jalur alternatif itu tidak bisa dilewati.
"Kalau mereka yang menggunakan sepeda motor, bisa diseberangkan menggunakan papan oleh pemuda di jembatan yang ambruk itu," katanya menambahkan.
Dia mengaku, para petugas dari Balai Jalan Negara sudah tiba di lokasi dan saat ini sedang mempersiapkan perbaikan jalan alternatif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT Andre Koreh mengatakan, tetap diupayakan jalan alternatif.
"Prinsipnya, akses transportasi antarwilayah tidak boleh terhenti total. Akses harus tetap terbuka walaupun harus melalui jalan darurat," kata Andre Koreh.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU