
Yogyakarta - Tradisi dan budaya masyarakat Indonesia bisa menjadi sarana dialog yang mengintegrasikan berbagai keragaman dan perbedaan yang ada di negeri ini. Begitu tutur pengurus Ikatan Keluarga Alumni IAIN-UIN Sunan Kalijaga (Ikasuka) Abdur Rozaki.
"Dengan kata lain, kekuatan tradisi dan budaya itu bisa merajut hati dan menjaga perbedaan," katanya pada pembukaan "Festival Seni Tradisi dan Budaya Islam Nusantara" di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat.
Menurutnya, berbagai bentuk tradisi dan seni budaya Nusantara perlu dieksplorasi sebagai instrumen membangun dialog yang sehat dan beradab untuk mencegah terjadinya radikalisme dan sektarianisme.
Koordinator Festival Seni Tradisi dan Budaya Islam Nusantara, Ngatawi Al-Zastrou mengatakan event itu melibatkan hampir seribu seniman tradisional maupun modern dari berbagai aliran seni.
"Mereka merupakan pegiat seni rupa, musik, pertunjukan, dan tari yang didukung oleh 20 grup kesenian dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan mahasiswa," jelasnya.
Festival Seni ini akan berlangsung selama tiga hari, 5-7 Mei 2017 diselenggarakan UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Ikasuka. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU