
hariansuara.com, Kendari - Polda Sulawesi Tenggara terus memperketat pengamanan wilayah perbatasan dengan Sulawesi Tengah. Hal ini guna mengantisipasi larinya anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih tersisa.
"Kami perketat pengamanan, darat, laut dan udara. Terutama di perbatasan jalur masuknya Sulteng menuju Sultra," ungkap Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Andap Budhi Revianto di Kendari, Selasa.
Menurutnya, kondisi geografis Sultra yang berbatasan darat, laut dan udara dengan wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, mengharuskan pihaknya mengawasi banyak lokasi di sekitar wilayah perbatasan.
"Jalur penghubungnya itu Pelabuhan Kolaka, dan beberapa bandara yang menjadi tujuan bila pelaku teroris melarikan diri," tuturnya.
Pengawasan di pelabuhan dilakukan dengan menempatkan sejumlah personel Bhabinkamtibmas, Reserse, Intelijen serta memberdayakan masyarakat setempat.
Bandara yang diamankan adalah Bandara Haluoleo dan Bandara Matahora dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak bandara.
"Koordinasi, kalau ada manifest penumpang yang mencurigakan, mereka akan beri tahu kami," katanya.
Sementara untuk wilayah yang berbatasan Sulteng, pihaknya menempatkan satu peleton Brimob untuk bersiaga. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU