Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Wagub: ‘full day school’ Perlu Dirinci Secara Jelas

Cakrawala Daerah
16 Jun 2017
Wagub: ‘full day school’ Perlu Dirinci Secara Jelas

 

hariansuara.com, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf meminta pemerintah pusat menjabarkan terkait kebijakan sistem pendidikan sehari penuh atau ‘full day school’ yang ditempuh selama lima hari dalam sepekan.

 

"Kebijakan itu perlu dimatangkan dan dijabarkan dahulu. Kami ingin mengetahui lebih detail mengenai ide dasarnya setelah itu penjabaran ide dasar itu. Banyak yang harus dibahas, mungkin banyak masyarakat yang belum tahu," ungkapnya, Jumat (16/6).

 

Menurutnya, hal itu juga menyangkut realitas di lapangan. Pendidikan tak hanya formal, namun juga nonformal maupun informal dan dirinya menginginkan semuanya bisa berjalan.

 

"Sebagian mungkin belum tahu bahwa keberatan dari Madrasah Diniyah. Selama ini mereka memperkuat pendidikan agama di sektor pendidikan nonformal," terangnya.

 

"Masalah infrastruktur dan guru juga harus diperhatikan. Jangan sampai malah banyak ekstra kurikuler yang diada-adakan. Ide ini sejak tahun 70-an sudah didiskusikan. Dari awal Nahdlatul Ulama (NU) keberatan dengan gagasan ini," tambahnya.

 

Pada dasarnya, dirinya setuju dengan gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, namun gagasan itu harus dijabarkan dan dimatangkan terlebih dahulu.

 

Ia mengatakan, ada satu hal yang leih mendesak, yakni nasib guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).

 

"Paling penting pendidikan kita nantinya adalah kualitas guru. Guru tidak tetap (GTT) sampai saat ini belum jelas gajinya, itu dulu yang didahulukan. Masih ada ribuan dari mereka yang gajinya belum jelas," tuturnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan kebijakan ‘full day school’ tidak ada masalah untuk jenjang SMA/SMK di Jatim.

 

"Selama ini SMA/SMK rata-rata pulangnya sudah jam 15.00. Jadi pada prinsipnya untuk SMA/SMK di Jatim sudah siap dengan kebijakan itu," imbuhnya.

 

Sementara untuk tingkat SD dan SMP, perlu ada penyesuaian kembali terkait penyusunan program baru kemudian penataan sarana dan prasarana serta gurunya.

 

"Saya kira itu tidak bisa semuanya karena secara geografis ada anak yang masih sekolah melewati pematang sawah, ini kan kasihan kalau pulang terlalu malam," ucapnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X