
hariansuara.com, Semarang - Jenazah delapan korban jatuhnya helikopter Basarnas Jawa Tengah menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Semarang.
Keluarga korban, termasuk Kepala Basarnas Jawa Tengah Agus Haryono menyambut kedatangan jenazah dalam suasana duka. Identifikasi itu dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVi) Polda Jawa Tengah.
Helikopter jenis Dauphin milik Basarnas dilaporkan terjatuh di Kabupaten Temanggung. Heli berwarna orange tersebut disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1438 Hijriah.
Heli tersebut rencananya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi korban letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.
Ke delapan korban tewas adalah Kapten Laut Haryanto, Kapten Laut Lu Solihin, Serka Hari Marsono, Peltu Budi Santoso, serta empat anggota Basarnas Maulana Affandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, serta Catur.
Direktur Operasi dan Pelatihan Basarnas, Ahmad Ivan di Temanggung, Senin, mengatakan hari ini dijadwalkan tim Basarnas dari Jakarta akan melakukan investigasi penyebab kecelakaan ini.
Menurutnya, untuk evakuasi bangkai pesawat belum bisa dilakukan hari ini. "Setelah dilakukan investigasi, besok tim akan menurunkan pesawat dari lokasi lereng bukit," tuturnya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU