
hariansuara.com, Bogor - Lembaga konservasi satwa `ex-situ` (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI)-Cisarua, bertambah koleksinya dengan lahirnya kuda nil kerdil (Chaeropsis liberiensis).
"Bayi kuda nil kerdil itu sebenarnya sudah beberapa waktu lalu lahir, namun baru kami rilis saat ini," kata Direktur TSI Cisarua Frans Manansang di Bogor, Jawa Barat, Senin.
Humas TSI-Cisarua Yulius H Suprihardo menjelaskan kuda nil kerdil ini mempunyai status konservasi sebagai satwa yang tergolong sangat langka, dan dilindungi.
Kini jumlah populasinya kian merosot, terutama di Liberia, yang diperkirakan tinggal 2.000 ekor saja. Satwa ini juga terdapat di Sierra Leone, Guinea dan pantai gading Afrika Barat.
Lahirnya seekor bayi kuda nil itu berasal dari induk pejantan bernama Ujani berusia 15 tahun. Sedangkan betinanya bernama Vivi berusia 10 tahun.
Menurut Ardi yang sehari-hari merawat satwa kuda nil, ketika lahir satwa tersebut berat tubuhnya sekitar 2 kg.
"Saat baru lahir satwa ini sudah bisa menyelam, dan kadang kadang menyembulkan kepalanya untuk menyusu pada induknya," ungkapnya.
Bayi kuda nil itu sudah bisa dilihat oleh pengunjung TSI-Cisarua di kawasan `baby zoo` TSI-Cisarua.
TSI-Cisarua ditunjuk pemerintah sebagai lembaga konservasi `ex-situ` oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia Hasjrul Harahap. Juga sebagai Pusat Penangkaran Satwa Langka Indonesia. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU