
hariansuara.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui program paket yang akan dianggarkan dalam APBD Surabaya 2018 berupaya mengoptimalkan pengentasan anak putus sekolah tingkat SMA/SMK.
Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan, mengatakan meski pengelolaan SMA/SMK tidak lagi merupakan wewenang pemerintah kabupaten/kota, pemkot tetap mengajukan anggaran pendidikan untuk SMA/SMK dalam APBD.
"Anggaran program kejar paket bagi anak putus sekolah ini sebagai bentuk upaya pemkot dalam melakukan pengentasan dan penurunan jumlah anak putus sekolah di Surabaya," ucapnya.
Ia menambahkan, nasib pemilik ijazah kejar paket yang dikawatirkan tidak berlaku, Dinas Tenaga Kerja Surabaya akan menjembatani melalui program bursa kerja bagi lulusan baru yang ingin langsung bekerja.
Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan beberapa universitas di Kota Pahlawan untuk bisa menampung calon mahasiswa yang memiliki ijazah kejar paket. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU