
hariansuara.com, Bandung - Gelaran Festival West Java Bandung Festival 2017 yang merupakan rangkaian Peringatan Ulang Tahun ke-72 Jawa Barat, dimanfaatkan oleh sejumlah komunitas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hoax.
Seperti yang dilakukan Bandung Anti Hoax, dengan menggunakan media cetak serta online di media sosial (Medsos) mereka mencoba melakukan kampanye kreatif dan eksperimental tentang penggunaan media sosial secara bijak dan mengedukasi masyarakat tentang hoax.
Koorditor Kreatif Bandung Anti Hoax, Andi Abdulqodir mengatakan, sasaran yang dituju kampanye anti hoax oleh komunitas lebih banyak kepada anak-anak sekolah dan remaja sehingga tema kampanye diberinama "Ulah Sok Nyahoax".
"Ulah Sok NyaHoax diambil dari bahasa Indo-Sunda, "Sok Nyaho" + hoax artinya "Sok tahu" ex: "Sok Nyaho maneh mah, atau Bahasa Sundanya "Nyayahoan"," kata Andi, dilansir dari laman Provinsi Jawa barat, Jumat (20/09).
Andi berharap, dengan kampanye seperti itu akan lebih ringan sehingga lebih mudah dipahami oleh mereka dan mampu menularkannya kepada yang lain apa itu hoax serta kerugian yang bisa diakibatkan oleh informasi hoax tersebut.
"Selain kampanye dalam bentuk media cetak dan online, kedepannya kita akan melakukan kampanye anti hoax melalui antimasi dan lebih ketema kejujuran dan positif," katanya
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU