Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Komisi IV DPR Apresiasi Program Pakan Mandiri

Cakrawala Daerah
27 Oct 2017
Komisi IV DPR Apresiasi Program Pakan Mandiri

 

hariansuara.com, Jakarta - Ketua komisi IV DPR RI, Edi Prabowo menyatakan, apresiasi atas dukungan program perikanan budidaya khususnya program gerakan pakan mandiri yang dinilainya berhasil dan sangat bermanfaat bagi para pembudidaya ikan khusus skala kecil.

 

Menurutnya, masalah pakan menjadi paling krusial yang harus dicarikan solusinya agar usaha budidaya bisa menghasilkan nilai tambah yang besar. Ia menegaskan, DPR terus berupaya agar ke depan anggaran untuk program ini bisa ditambah, sehingga dapat menyentuh semua masyarakat pembudidaya ikan.

 

“Kami Komisi IV sangat mengapresiasi upaya KKP yang konsisten mendorong program pakan mandiri. Kami saat ini sangat mendukung upaya KKP untuk lebih fokus menggarap potensi perikanan budidaya. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dirjen yang terus konsisten mengawal program Gerpari ini,” ungkap Edi saat meninjau sentral kawasan budidaya patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (26/10) kemarin.

 

Sebagaimana diketahui, KKP terus mendorong pengembangan pakan mandiri di sentral-sentral produksi. Program strategis KKP tersebut telah secara nyata memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha budidaya khususnya skala kecil. 

 

Slamet berjanji, bahwa program gerakan pakan mandiri akan terus digulirkan. Dirinya menggambarkan, di berbagai daerah penggunaan pakan mandiri mampu menekan biaya produksi dari semula >70 persen saat ini mampu ditekan hingga level <50 persen. Artinya paling tidak pembudidaya mampu meraup nilai tambah pendapatan pada kisaran nilai Rp2.000 – 3.000 per kg.

 

“Untuk Jambi ini, kami akan dorong pakan mandiri agar dapat mendongkrak efesiensi produksi pada usaha budidaya patin. Saya pastikan jika nanti biaya produksi dapat ditekan dan nilai tambahnya meningkat, maka secara otomatis usaha budidaya patin akan bergairah. Kita akan tangkap peluang pasar patin ini secara optimal, tentunya dengan memperhatikan jaminan mutu dan keamanan pangannya,” pungkas Slamet.

 

Timan, salah seorang pembudidaya patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu mengaku, bahwa penggunaan pakan mandiri sangat membantu untuk menekan biaya produksi budidaya, sehingga pendapatan bertambah.

Saat ini budidaya patin telah menggunakan pakan mandiri hingga mencapai 60 persen. Dengan respon pakan mandiri yang baik, ia meyakini masyarakat kedepannya akan mulai beralih menggunakan pakan mandiri. 

 

Sementara itu, secara nasional data produksi patin dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2012-2016) menunjukan tren positif dengan rata-rata kenaikan mencapai 4,28 persen. Tahun 2016 (data sementara) tercatat produksi patin nasional mencapai 392.918 ton.

 

Dari angka tersebut Provinsi Jambi memberikan share sebesar 6 persen terhadap produksi patin nasional. Tahun 2016 produksi patin Provinsi Jambi tercatat sebesar 21.617,5 ton.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X