
hariansuara.com - Layar zoom digelarnya webinar bertajuk Gangguan Siklus Haid & Pencegahan Kanker Serviks Sabtu pagi (22/02/2026) itu dihangatkan oleh 'Salam Diaspora, Salam 24 Jam' khas Indonesia Diaspora Network (IDN). Hadir peserta di Health Talk Seri 4 itu para diaspora yang berada di 5 benua.
Moderator Lusie Susantono, anggota Pembina Yayasan Diaspora Indonesia Global, menyambut hangat kehadiran para diaspora di webinar. Dilanjutkan dengan sambutan Nathalia Widjaya, President Diaspora Network Global, bahwasanya tema kesehatan reproduksi dipilih sebagai wujud dari kepedulian terhadap kesehatan perempuan Indonesia, khususnya terkait sistem reproduksi.
"Setiap perempuan berhak mendapatkan informasi yang benar, akses pencegahan dan dukungan komunitas. Untuk itulah, Indonesian Diaspora Network Global berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia Diaspora (IDDI), Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah (PDITT) dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) menggelar webinar kesehatan yang menjadi ruang belajar bersama yang bermanfaat bagi semua," ujarnya.

Gangguan Siklus Haid 'Alarm' Awal dari Masalah Reproduksi
Moderator dari Diaspora Indonesia, Lusie Susantono, memperkenalkan pemateri webinar dr. Dwi Santy Kusumaningsih, Sp.OG dari RS Mitra Keluarga, yang membahas tentang gangguan siklus haid. `Dilanjutkan kupasan dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG dari Bintaro Woman and Children Clinic, RS Bina Medika Bintaro dan Eka Hospital Bintaro tentang upaya pencegahan kanker serviks.
"Kupasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini sudah dinanti para peserta diaspora diantaranya dari Australia, Belanda, Hong Kong, Columbia, Dubai, Taiwan hingga Timur Tengah. Pendek kata, diaspora di 5 Benua sudah tak sabar ingin mendengar ulasan para obgyn. Waktu dan layar kami persilakan," ujar Lusie Susantono kepada pemateri dr. Santy.

"Sejak awal, kaum perempuan harus tahu bahwa haid bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan berfungsi penting sebagai alarm tubuh, indikator kesehatan perempuan. Ia mengirim laporan tentang hormon, sinyal vital dari sistem reproduksi, pencegah komplikasi serta penjaga masa depan kesuburan," urai dr. Santy.
Ditambahkannya, jangan pernah menganggap sepele pesan sinyal vital di balik siklus haid. Haid tidak harus identik dengan nyeri yang hebat dan pendarahan banyak. Sering hal ini dinormalisasikan. Alhasil, banyak yang datang sudah lanjut. Untuk itu, pekalah dengan haid, kenali pola haidnya untuk melihat gambaran kesehatan keseluruhan, utamanya reproduksi.
Untuk mencegah terjadinya gangguan siklus haid, disarankan dr. Santy, agar perempuan memperbaiki gaya hidup menjadi sehat, menjaga berat badan, mengelola stres, dan mengutamakan asupan makanan anti-inflamasi, serta berolahraga.

Kanker Serviks Dapat Dicegah
Pemateri kedua, dr Riyana mengupas tentang kanker serviks di Indonesia pada 2010 menduduki urutan kedua dengan insiden sebesar 12,7. Penyebab kanker serviks adalah human papilloma virus (HPV), menular melalui hubungan seksual aktif laki-laki dan perempuan, berusia di atas 30 tahun. Semua perempuan berisiko terjangkiti. Pada stadium awal, tidak bergejala dan bisa hilang/sembuh sendiri sekitar dua tahun.
Namun, pada stadium lanjut, yang dirasakan berupa nyeri punggung/perut, terjadi pendarahan saat intim, cairan vaginal berbau, pendarahan menopausal atau di luar haid, dan penurunan berat badan.

"Kanker serviks dapat dicegah dengan deteksi dini melalui skrining IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), Papsmear konvensional, LBC (Liquid Based Cytology)/thin prep, dan HPV DNA Test. Kemudian, melakukan vaksin HPV di usia 11-12 tahun pada remaja putri, tiga injeksi dalam 6 bulan," papar dr. Riyana. "Di samping itu, menjaga pola hidup sehat." (*) Melly TS Foto: Tangkapan layar
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU