
hariansuara.com, Inggris - Perayaan World Hijab Day yang jatuh pada 1 Februari dirayakan para muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali di Inggris. Wartawati Indonesia yang tengah menyelesaikan S2 di Northumbria University jurusan Mass Communication Management, Trifty Qurrota Aini ini, berbagi pengalamannya untuk pembaca hariansuara.com.
"Sama halnya dengan di Indonesia, biasanya World Hijab Day dirayakan oleh komunitas muslim. Kami di Islamic Society of Northumbria University di Newcastle juga mengadakan perayaan tersebut," ujar Trifty.
"Niatnya, memperkenalkan hijab kepada warga non-muslim di Newcastle. Tujuannya supaya banyak warga non-muslim bisa mengenal hijab. Bahwa hijab adalah cara Allah menyayangi wanita, dan cara Allah menjaga wanita. Saya juga merasa beruntung telah berhijab. Karena ketika berada di jalanan, tak ada lagi yang mengganggu saya. Orang-orang nampak segan.”
Lebih Memperkenalkan Hijab
Di negara non-muslim, World Hijab Day biasa diramaikan oleh komunitas muslim di negara tersebut. Mereka bersilaturahmi sambil melakukan beragam bentuk kegiatan. Namun pada umumnya adalah kegiatan yang bertujuan memperkenalkan hijab kepada warga non-muslim. Diharapkan, ini akan lebih memperkenalkan hijab, sehingga dapat menepis kesalahpahaman.
Contohnya muslim di beberapa negara non-muslim seperti Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat, mereka juga menggelar peringatan World Hijab Day. Bentuk peringatannya berupa mengenakan hijab bersama-sama pada 1 Februari di universitas atau tempat mereka bekerja.
Ada pula yang mengajak serta warga non-muslim untuk mencoba mengenakan hijab. Di Perancis sendiri beberapa universitas terlihat membuka stand/booth yang memperlihatkan aneka ragam hijab.
Para mualaf di Newcastle sangat menyambut gembira peringatan ini. Pasalnya, mualaf di negara non- muslim sangat jarang tersentuh oleh nuansa Islami. Terlihat antusiasme yang tinggi dari mereka pada acara yang digelar, seperti event free henna dan hijab tutorial.
Sikap mayoritas masyarakat terhadap hijaber juga sangat baik. Menurutnya, warga Inggris masih cenderung toleransi terhadap muslim. “Saya sendiri belum menerima tindakan hate crime terkait hijab di Newcastle.”
Meski demikian memang masih ada sebagian muslim yang menerima tindakan hate crime. Namun itu terjadi pada masa-masa lampau. Saat ini kondisi di cenderung kondusif.
“Bahkan wanita yang berhijab sangat mudah ditemukan di berbagai tempat di Newcastle. Itu yang membuat saya dan rekan-rekan sesama muslimah merasa tenang dan nyaman.” (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU