Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Fany Setiyo, Pemilik Le Sanctuaire, Toko Rempah di San Francisco

Diaspora
17 Apr 2017
Fany Setiyo, Pemilik Le Sanctuaire, Toko Rempah di San Francisco

hariansuara.com, San Francisco - Le Sanctuaire adalah toko rempah yang laris manis milik keluarga Fany Setiyo. Keluarga ini berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

"Kami berbeda dari orang lain soal rempah-rempahnya. Sebab, kami mengutamakan kualitas. Hanya rempah berkualitas tinggi saja yang kami sediakan di sini. Para chef sudah kenal rempah-rempah kami, dan pasti mereka menyebutnya berkualitas premium," ujar Fany dengan bangga.

Bukan hanya berkualitas prima, rempah-rempah Fany juga bernilai tinggi, karena didapatkan dari berbagai belahan dunia. “Misalnya saja, biji lada kami ambil dari Jawa Tengah. Vanila kami datangkan dari Tahiti. Biasanya kami membeli langsung dari petani di negara tersebut. Jadi, kualitas dan keasliannya betul terjaga.”

Pada 2010, Le Sanctuaire pindah dari Santa Monica ke San Francisco, karena pasar di sini lebih berkembang. Barang-barang dagangannya pun bertambah.

“Kini ada buku-buku masakan dan peralatan masak kelas tinggi. Kami mau toko ini menjadi tempat di mana chef mendapat inspirasi. Sesuatu yang menarik dan baru. Jadi, kalau ada chef datang ke tempat kami, bukan tambah stres. Mereka akan senang, karena menemukan barang-barang baru, alat-alat baru, piring baru, buku-buku baru. Dan segala macam barang-barang kebutuhan yang berkaitan dengan masak-memasak," ungkap Fany penuh semangat.

 

Lebih Bervariasi dalam Menginspirasi

Toko rempah-rempah ini juga mulai melebar ke pasar ritel dengan harga lebih terjangkau. Kisaran harga dagangnya dari 9 sampai 13 dolar AS.

Salah satu pelanggan Le Sanctuaire adalah Kirimachi Ramen, sebuah restoran ramen milik Leo Gondokusumo, yang sukses di San Francisco.

"Menurut saya, rempah-rempah Le Sanctuaire adalah bahan terbagus yang kita bisa dapatkan di sini. Saya sendiri tidak main-main untuk bahan seperti itu. Kebetulan kami saling ketemu dan produk rempahnya berkualitas bagus. Kebetulan pas dengan sup kami. Jadi, saya tetap memakai bahan-bahan dari sini," kata Leo.

Tidak hanya berhenti sampai di sini, Fany juga ingin memperkenalkan lebih banyak lagi rempah dan bumbu asal Indonesia.

"Tentu ada banyak rasa yang khas dari Indonesia. Nah, itu yang perlu dikenalkan kepada dunia. Tapi, kami mau melakukannya dengan benar," kata Fany, serius. (sumber: VOA Indonesia)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X