Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Martin Chandrawinata, Insinyur Indonesia Ikut Bangun Bay Bridge

Diaspora
08 May 2017
Martin Chandrawinata, Insinyur Indonesia Ikut Bangun Bay Bridge

hariansuara.com, San Fransisco - Bay Bridge adalah salah satu jembatan terpanjang di dunia. Berdiri di Maryland, Amerika Serikat dengan panjang 4,3 mil (7km) tercatat sebagai karya luar biasa dalam sejarah arsitektur.

Semasa proyek perpanjangan jembatan ini, yang membanggakan lagi, salah seorang putra Indonesia ikut terlibat di dalamnya. Dialah Ir Martin Chandrawinata. Ia bermukim di Negeri Paman Sam, dan ikut andil dalam proyek pembangunan jembatan kelas dunia ini.

“Saya tidak pernah menyangka akan ikut terlibat dalam proyek pembangunan perpanjangan Bay Bridge ini. Karena ini pembangunan yang prestisius dan berskala besar, kompetisinya sangat ketat. Saya sendiri baru lulus dan masih minim pengalaman kerja,” tutur alumni pasca sarjana Universitas California di Berkeley ini.

 

Impian Jadi Kenyataan

Pria rendah hati ini sejak kecil tertarik pada gedung-gedung tinggi dan jembatan. Kala beranjak dewasa, ia pun menemukan jalan merangkul kekagumannya pada bangunan tinggi dan jembatan.

“Sebenarnya jembatan adalah sebuah seni untuk para insinyur. Bay Bridge ini contohnya. Kalau saya lihat, jembatan ini elegan, panjang. Saya berpikir, bagaimana orang bisa menyeberang dari sisi satu ke sisi yang lain ya, kalau tidak ada jembatan,” ujar Martin.

 

Tuhan Menjawab Doanya

“Ketika saya melihat Golden Gate Bridge pagi-pagi, saya benar-benar takjub. Sampai saya seperti berbisik kepada Tuhan, kalau saya ingin bisa bangun jembatan seperti ini,” kenang Martin.

Harapan insinyur teknik sipil lulusan Universitas Alabama di Birmingham ini terjawab. Ia yang baru beberapa bulan bekerja di perusahaannya itu langsung dipercaya untuk ikut serta dalam menangani proyek Bay Bridge.

“Waktu mendengar penugasan dari pimpinan, seperti mimpi menjadi kenyataan buat saya. Cita-cita saya tercapai. Bukan hanya saya bisa bekerja di sini, tapi bos saya juga menugaskan saya untuk memotret. Kebetulan saya fotografer. Saya hobi sekali fotografi. Jadi, keterlibatan saya dalam pembangunan jembatan ini adalah dalam pembangunan dan dokumentasi. Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada Tuhan,” lanjut Martin.

 

Tidak Ada yang Mustahil

Setelah proyek pembangunan Bay Bridge selesai, Martin mulai melirik teknologi baru di bidang konstruksi.

“Saya melihat sisi teknologi drone dalam pembangunan itu sangat bisa membantu. Jadi, saya belajar untuk mengambil izin FAA (Federal Aviation Administration--Red) untuk menjadi pilot,” ujarnya.

Martin seperti dilansir oleh VOA, memberi pesan khusus bagi anak-anak muda yang ingin menjalani profesi seperti dia.

“Kita selalu butuh tempat tinggal, selalu butuh infrastruktur untuk membangun ekonomi. Jadi, jangan pernah kecil hati. Belajar dan selalu bekerja keras, berteman dengan banyak orang. Juga jangan lupa berdoa kepada Tuhan, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini!” (Sumber VOA)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X