
hariansuara.com, New York - Superstar musik elektronik DJ Avicii meninggal karena bunuh diri dengan memotong tangannya sendiri dengan pecahan kaca. Situs selebriti TMZ melaporkannya pada Selasa (1 Mei).
Namun seorang perwakilan untuk DJ Swedia ini tidak membalas laporan tersebut. Tetapi keluarganya sebelumnya menyinggung bahwa Avicii meninggal karena bunuh diri.
"Dia benar-benar berjuang dengan pemikiran tentang Arti, Kehidupan, Kebahagiaan," kata keluarganya dalam sebuah surat terbuka pada hari Kamis. "Dia tidak bisa hidup lebih lama lagi. Dia ingin menemukan kedamaian."
Baca juga: DJ Avicii Meninggal Muda di Usia 28 Tahun
TMZ, mengutip sumber tanpa nama, mengatakan Avicii mengalami pendarahan dengan memotong dirinya dengan pecahan kaca, mungkin dari botol.
DJ berusia 28 tahun yang nama aslinya adalah Tim Bergling ditemukan meninggal pada 20 April saat berlibur di Oman. Polisi di kesultanan Teluk ini mengatakan tidak ada indikasi yang mencurigakan.
Baca juga: Musisi dan Penggemar Beri Penghormatan kepada DJ Avicii
Avicii sendiri sudah lama bermasalah dengan alkohol dan perjuangannya sebagai introvert dalam beradaptasi dengan gaya hidup seorang DJ. Dia mengejutkan para fans pada tahun 2016 dengan mengumumkan pensiun dari tur pada usia 26 tahun, meskipun ia kemudian kembali ke studio.
Avicii adalah salah satu DJ pertama yang membawa musik elektronik ke dalam arus utama, mengisi festival dan berkolaborasi dengan para artis termasuk Madonna dan Coldplay.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU