Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Desainer Wignyo Rahadi Angkat Kain Tapis Lampung Tembus Pasar Eropa 

Fashion
20 Oct 2019
Desainer Wignyo Rahadi Angkat Kain Tapis Lampung Tembus Pasar Eropa 

hariansuara.com, Jakarta - Setelah merambah sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Rusia, kini karya Desainer Wignyo Rahadi menembus pasar Eropa. Desainer peraih UPAKARTI untuk kategori Jasa Pengabdian di bidang usaha pengembangan industri tenun pada 2014 itu mengusung tema “Rising Tapis” pada ajang fashion show berskala internasional La Mode Sur La Seine à Paris. Busana dibawakan oleh para peragawati di atas Kapal Pesiar Boreas yang berkeliling Kota Paris, Prancis menyusuri Sungai Seine, September lalu. Hadir kala itu paara buyer dan media internasional.

Koleksi “Rising Tapis” menggunakan Tapis, kain tradisional asal Lampung yang dikembangkan oleh para pengrajin kain Tapis binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung.

“Dengan mengangkat Tapis, kami berharap Tapis sebagai salah satu dari keragaman kain Nusantara, yang patut dikembangkan ini akan dikenal secara internasional," jelas Wignyo Rahadi. "Sejalan dengan acara La Mode Sur La Seine à Paris yang bertujuan mempromosikan karya desainer Indonesia di pasar global melalui Eropa, yang memiliki pengaruh besar terhadap industri fashion dunia.” 

Tapis merupakan teknik pengaplikasian benang metalik emas atau perak di atas kain tenun dengan cara sulam. Kain Tapis adalah salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung yang umumnya dikenakan wanita setempat sebagai sarung. Dalam rancangan ini, Desainer Wignyo mengaplikasikan Tapis ke dalam gaya busana modern sesuai segmen pasar Eropa yang dituju.   

Konsep koleksi “Rising Tapis” berfokus pada pengaplikasian Tapis benang emas secara penuh dan mendetail di atas kain tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang dikombinasikan dengan tenun full bintik, khususnya pada desain outer berupa jaket dan cape. Koleksi ini terdiri dari jaket, cape, dress, rok, dan celana cullote yang menggunakan perpaduan material kain Tapis dan tenun ATBM dengan berbagai teknik seperti full bintik, patchwork, dan benang putus. Warna-warna musim gugur seperti hijau olive, marun, dan emas, mendominasi koleksi ini yang memberikan kesan mewah dan elegan. 

Sekelumit catatan tentang sang desainer, Wignyo Rahadi. Ia sangat berdedikasi mengembangkan kerajinan tenun secara berkelanjutan hingga berhasil menuai berbagai apresiasi dari dalam dan luar negeri. Kini Wignyo masih aktif sebagai pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bidang Daya Saing Produk (2014 – 2019), Traditional Textile Arts Society of South East Asia bidang Research & Development (2017 – 2022), dan sebagai National Vice Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) bidang Institution Relations (2015 – 2019). (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X