
hariansuara.com, Jakarta – Jelang perhelatan mode terbesar di Asia Tenggara yang memasuki tahun ke-10, Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, pop-up store Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio hadir dengan konsep berbeda di lokasi baru, dan menggandeng lebih banyak mitra.
Tak hanya itu, Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio juga memberikan kemudahan bagi para pencinta fashion Indonesia untuk memiliki koleksi busana dan aksesori dari label dan desainer dalam negeri yang tidak tergabung dalam IFF. Mereka adalah Kyra Bags, Laison by Aurelia, Lene Studio, Maryalle, Natalia Kiantoro, dan Saul. Seluruh koleksi tersebut telah melalui proses kurasi oleh JFW.
Fashionlink sendiri, menurut Lenni Tedja, Direktur JFW, memang sengaja dihadirkan oleh JFW untuk memperkuat engagement antara para desainer secara business-to-business, maupun business-to-consumer.
“Program IFF melatih para desainer mengembangkan bisnis mereka, baik dalam pasar lokal maupun internasional. Keberadaan pop-up store seperti ini diharapkan bisa memudahkan para pencinta fashion Indonesia untuk menikmati koleksi busana dan aksesori karya desainer nasional,” tegas Lenni. “Apalagi, kami mendapat mitra yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu Senayan City dan Fabelio, serta mitra terbaru kami, PT Mainetti Packaging Solution dan Visual Merchandising Indonesia (VMID).”
Dengan dukungan mitra yang lebih banyak tersebut, pop-up store ini, diharapkan Lenni, dapat semakin membangkitkan selera pasar kepada buah karya lokal, dan membuka jalan bagi para brand lokal ini memasuki industri fashion ritel nasional.
Halina selaku Marketing Director Senayan City mengungkapkan, “Indonesia memiliki banyak sekali desainer muda berbakat yang membutuhkan ruang display untuk kreasi-kreasi unik mereka. Berbeda dengan pop-up store sebelumnya, Senayan City memfasilitasi program ini dengan memberikan area yang lebih luas, di lokasi yang strategis karena terletak di lantai yang memiliki traffic yang tinggi, untuk dapat menampung koleksi ready to wear dan aksesori dari 27 desainer dan brand lokal Indonesia.”
“Bahkan tidak tertutup kemungkinan pula ada desainer dan label lokal lain yang akan turut terlibat di Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio ini nantinya,” tambah Lenni.
Halina juga menambahkan, “Melalui pop-up store ini, kami juga ingin berbagi pengalaman dalam menjalankan bisnis ritel, sehingga mereka dapat mengembangkan kepak sayap kreativitas mereka secara profesional untuk dapat bertahan dalam industri fashion.”
Selain produk fashion, experience centre yang ditawarkan oleh Fabelio memungkinkan konsumen merasakan dan mencoba langsung produk furnitur lokal dari Fabelio, yang selama ini hanya dapat dilihat melalui website. Dengan tawaran fasilitas pengembalian 30 hari, garansi selama 365 hari, metode pembayaran yang beragam, serta cicilan nol persen hingga 12 bulan, konsumen penggemar high-end lifestyle diharapkan akan tergerak mulai menggunakan produk-produk furnitur Fabelio.
"Kolaborasi yang telah terjalin selama ini memungkinkan Fabelio sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri desain produk dan interior, dapat masuk di semua jenis kalangan, seperti industri fashion," kata Marshall Utoyo, Co-Founder dan Chief Design Officer Fabelio.
Konsep store yang menggabungkan furnitur dan produk fashion, diakui Vany Setia Kinasih, Head VMID, menjadi alasan kuat bagi VMID untuk berkolaborasi dengan Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio. “VMID sendiri berfokus pada eksekusi styling produk desainer yang ada di store, mulai dari penempatan furnitur, sampai pemilihan produk fashion yang akan di- highlight pada window display maupun center point,” tambahnya.
“Mainetti sebagai global hangers supplier sangat mendukung program Fashionlink x #BLCKVNUE dalam upaya meningkatkan produk desain anak negeri Indonesia untuk bersaing di kancah internasional,” kata Alvi Syawaldi, Sales Manager PT Mainetti Packaging Solution. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU