
hariansuara.com, Jakarta - Sosok John Refra Kei alias John Kei kembali mencuat. Figur asal Kepulauan Kei, Maluku itu kembali dicokok polisi usai enam bulan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Polisi menciduk John Kei di kediamannya, Perumahan Taman Titian Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020. Pria 50 tahun ini diciduk karena diduga terkait aksi penyerangan di Perumahan Green Lake City Kota Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakrta Barat pada Minggu siang kemarin, 21 Juni 2020.
John ditangkap bersama 24 anak buahnya. Banyak senjata tajam seperti badik, golok, parang, hingga paralon mata runcing disita aparat.
Satu unit rumah di Green Lake City Tangerang dirusak oleh anak buah John Kei. Selang berapa lama kemudian, mereka kembali beraksi dengan membacok seorang warga bernama Yustus Corwing Kei (46) di jalanan sekitar Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Nama John Kei selama ini dikenal di dunia hitam Ibu Kota. Komplotannya jadi salah satu gengster debt collector (penagihan utang) sampai jasa pengamanan tempat hiburan malam Jakarta. John makin berkibar namanya setelah kematian pesaingnya, Basri Sangaji. Kematian Sangaji juga karena dibunuh oleh anak buah John.
Latar belakang pria Kelahiran Pulau Kei, Maluku, 10 September 1969 itu diketahui pernah memimpin ormas pemuda bernama Angkatan Muda Kei (Amkei). Jadi pentolan Amkei, sepak terjang John disegani dalam dunia kriminal Jakarta.
Dia bersaing ketat dengan komplotan asal NTT yang dipimpin Rosario de Marshall atau Hercules dan Basri Sangaji. Julukan yang disematkan ke John pun cukup mentereng yakni Godfather of Jakarta.
Dalam urusan menagih utang, John kerap kali melakukan kekerasan bersama anak buahnya untuk mendapatkan pesanan klien. Karena kasus pembunuhan pengusaha bernama Ayung, Ia dihukum penjara selama 16 tahun sampai dijebloskan ke Lapas Nusakambangan.
Di Lapas Nusakambangan ada kabar mengejutkan karena John mengaku taubat. Ia insaf dari dunia hitam dan mau fokus mengabdikan hidupnya dengan beribadah. Penampilannya pun berubah dengan kalem dan rambut tak lagi gondrong.
Di Lapas Nusakambangan, ia kerap aktif berada di gereja bersama narapidana lain yang beragama Nasrani. Beberapa kali ia bahkan menyampaikan khotbah ceramah di depan puluhan napi.(*) lia/lia
Foto John Kei sumber: Twitter @KickAndyShow
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU