Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bikin Rempong Kejaksaan Agung, Siapa Djoko Tjandra

Hukum
01 Jul 2020
Bikin Rempong Kejaksaan Agung, Siapa Djoko Tjandra

hariansuara.com, Jakarta - Nama Djoko Sugiarto Tjandra kembali muncul dan bikin heboh publik. Lebih dari 11 tahun raib, kini buronan Kejaksaan Agung itu disebut tiba-tiba nongol di Indonesia. Kok bisa ya?

Dugaan Djoko muncul usai mengajukan peninjauan kembali ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Memang dalam pendaftaran itu bukan dilakukan dengan menyambangi Gedung PN Jakarta Selatan. 

Tapi, Djoko dikabarkan daftar melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dengan cara itu, identitas pendaftar tidak diketahui. 

Djoko erat dikaitkan dengan kasus Bank Bali. Pengusaha dengan nama asli Tjan Hok Kui ini berasal dari Sanggau, Kalimantan Barat.

Dia adalah bos dari PT Era Giat Prima (EGP) yang terlibat dalam perjanjian cessie Bank Bali ke Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). 

Dalam perkaranya, pada September 1999, Djoko terjerat dalam kasus yang diusut Kejaksaan Agung. Laporan ini dilakukan Bismar Mannu, Direktur Tindak Pidana Korupsi kepada Jaksa Agung.

Terkait kasus itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Djoko bebas dari tuntutan. Namun, Oktober 2008, Kejaksaan menempuh upaya peninjauan kembali atau PK ke Mahkamah Agung (MA). 

Saat itu, vonis MA menyatakan Djoko bersalah. Pengusaha properti itu pun dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan mesti membayar denda Rp15 juta. Lalu, uangnya di Bank Bali sebesar Rp546 miliar dirampas buat negara. 

Tapi, sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009, Djoko kabur meninggalkan Indonesia. Ia menghindari kasus hukum yang menjeratnya. Pria yang kini berusia 70 tahun itu kabur dengan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby.

Beberapa tahun kemudian terdengar informasi Djoko sudah pindah kewarganegaraan ke Papua Nugini pada Juni 2012. Namun, perpindahan status warga negara itu tak sah lantaran persoalan hukum Djoko di Indonesia.

Respons Yasonna

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menjelaskan kabar Djoko Tjandra yang disebut berada di Indonesia. Ia mempertanyakan kabar Djoko yang disebut justru 3 bulan sudah di Indonesia.

"Dari mana data dia sudah 3 bulan di sini, tidak ada datanya kok," kata Yasonna, dalam keterangan resmi Kemenkumham yang diterima hariansuara, Rabu, 1 Juli 2020.

Dia menambahkan dalam sistem yang ada di Kemenkumham termasuk Ditjen Imigrasi, tak terdata Djoko. Kata Yasonna, keberadaan Djoko belum diketahui sama sekali.

"Makanya kemarin kan ada dibilang ditangkap, kita heran juga. Jadi, kami sudah cek sistem kami semuanya, tidak ada," ujarnya.(*) lia/lia

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X