Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Tim Pemburu Koruptor Mau Diaktifkan Lagi, ICW: Kontraproduktif

Hukum
10 Jul 2020
Tim Pemburu Koruptor Mau Diaktifkan Lagi, ICW: Kontraproduktif

hariansuara.com, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik keras rencana pembentukan lagi tim pemburu koruptor. Rencana pemerintah terutama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dinilai tak mendesak.

Peneliti ICW, Wana Alamsyah, menyebut tim pemburu koruptor tak bekerja efektif dan cenderung saling bertabrakan dengan lembaga penegak hukum lainnya. Ia menyoroti saat dibentuk kali pertama pada 2002, tim ini justru tak jelas dalam menjalankan perannya.

Wana bilang seperti dari target 16 buronan yang mesti dicokok, namun hanya bisa menangkap empat orang.

"Data ICW menunjukkan, pascadelapan tahun dibentuk, faktanya tim ini hanya berhasil menangkap empat buronan dari enam belas target penangkapan. Selain itu, evaluasi terhadap tim ini juga tidak pernah dipublikasikan oleh pemerintah," kata Wana dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2020.

Wana menyampaikan, pemerintah mesti fokus memperkuat sinergi aparat penegak hukum. Cara ini lebih rasional ketimbang membentuk kembali tim pemburu koruptor. 

Dia mengkhawatirkan tim yang diinginkan pemerintah juga menabrak kewenangan lembaga penegak hukum.

"Harusnya yang diperkuat itu aparat penegak hukumnya. Bukan malah bentuk tim baru yang berpotensi tabrakan dalam jalankan perannya," jelas Wana.

Terkait penangkapan buron di luar negeri, Wana juga menyampaikan harapan agar pemerintah bisa menggunakan pendekatan non-formal antarnegara. Cara ini agar bisa mempercepat proses penangkapan puluhan buronan.

"Jangan sampai di dalam kondisi pandemi saat ini upaya untuk membuat task force baru malah menjadi kontraproduktif," ujarnya.

Untuk diketahui, pembahasan dibentuknya lagi tim pemburu koruptor disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Idham Azis. 

Kata dia, tim ini nanti terdiri atas sejumlah kementerian atau lembaga dan aparat penegak hukum (APH) untuk menangkap para pelaku tindak pidana korupsi.

“Nanti dikoordinasi dari kantor Kemenko Polhukam. Tim pemburu koruptor ini sudah ada beberapa dulu, hadir,” kata Mahfud dalam siaran video, Jumat, 10 Juli 2020.(*) zai/lia

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X