Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Siap Periksa Dugaan Keterlibatan Oknum DPR

Hukum
25 Sep 2020
Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Siap Periksa Dugaan Keterlibatan Oknum DPR

hariansuara.com, Jakarta - Kasus dugaan korupsi pengurusan fatwa Mahkamah Agung terpidana cessie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra terindikasi melibatkan oknum anggota DPR. Namun, dugaan ini mesti ditelusuri.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Ali Mukartono mengatakan pihaknya siap memeriksa oknum anggota DPR yang diduga terlibat. Ia bilang, dugaan itu terkait dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan mantan Politisi Partai Nasdem, Andir Irfan Jaya.

“Kalau soal itu, jujur itu baru dugaan adanya klaster. Kami perlu telusuri lagi kaitannya bagaimana, awal mulanya seperti apa. Kalau benar, ya kami siap lakukan pemeriksaan," jelas Ali dalam rapat virtual dengan Komisi III yang dikutip pada Jumat, 25 September 2020.

Dia menjelaskan, sampai saat ini, jaksa penuntut umum sudah melimpahkan berkas perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terdakwa Jaksa Pinangki ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan, menurutnya Pinangki juga sudah jalani sidang perdana pada Rabu, 23 September 2020.

“Sekarang masih berlangsung penyelesaian pemberkasan Andi Irfan dan Djoko Tjandra,” ujarnya.

Selain itu, Ali mengatakan dalam dakwaan Pinangki ada nama-nama besar seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin dan mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Dia pun menjelaskan Jaksa Agung sejauh ini tak pernah menghalangi penyidik untuk menyebutkan namanya dalam dakwaan.

Dalam perkara ini, Pinangki ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Penetapan status ini merujuk bukti permulaan yang cukup pada Selasa malam, 11 Agustus 2020. Status Pinangki sebagai pegawai negeri diduga menerima hadiah atau janji.

Adapun, Djoko Tjandra juga ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dengan sangkaan Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, Andi Irfan Jaya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi sebagaimana diatur Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Diduga, ia melakukan percobaan atau pemufakatan dalam dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Pinangki.

Andi Irfan diduga sebagai orang yang memberikan uang Djoko Tjandra sebesar US$500 ribu kepada Pinangki. Dari US$ 500 ribu itu, Pinangki memberikan sebagian kepada Anita Kolopaking sebesar US$ 50 ribu sebagai pembayaran awal jasa penasehat hukum. Sementara, sisanya sebesar US$450 ribu masih dipegang Pinangki.(*) ras/zai       FOTO: Djoko Tjandra/ANTARA-Adam Bariq

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X