
Pematangsiantar (Antara) - Sekitar 800 personel dikerahkan untuk pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. "Kepolisian dibantu TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat," tutur Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodi Darjanto, Kamis, usai apel gelar pasukan operasi Lilin Toba tahun 2016 di lapangan H Adam Malik.
Menurut Dodi situasi kamtibmas tahun 2016 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga sesuai instruksi Kapolda Sumatera Utara, pola pengamanan dilaksanakan secara maksimum dan optimal.
Karenanya, Polres Pematangsiantar mendirikan tiga pos pengamanan. Salah satunya di kawasan Simpang Dua yang dikenal paling tinggi tingkat kemacetannya. Kepolisian siap memberi perhatian khusus di 10 gereja besar dari ratusan yang tersebar di Kota Pematangsiantar.
Karena jumlah personel tidak sebanding dengan penduduk Pematangsiantar, maka masyarakat diberi kewenangan untuk melakukan tindakan kepolisian terbatas. Misalnya dengan mempertanyakan identitas seseorang yang mencurigakan di wilayah masing-masing.
"Jumlah warga kota yang mencapai 283 ribu merupakan kekuatan luar biasa, tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan yang besar dalam mengantisipasi ancaman keamanaan di daerah ini," kata Dodi.
Penjabat Wali Kota Pematangsiantar Anthony Siahaan berharap warga segera melaporkan keadaan yang mencurigakan kepada babinsa, babinkamtibmas dan pihak kelurahan, agar cepat diantisipasi.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU