
Jakarta - Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menilai perselisihan antara Antasari Azhar dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berhubungan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
"Saya tidak lihat hubungan antara pilkada dengan apa yang terjadi antara Pak Antasari dengan Pak SBY. Berpengaruh iya, tapi tidak menjadi bagian dari itu," kata JK di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu.
Hal itu disampaikan guna menanggapi hasil hitung cepat pasangan Agus-Sylvi yang berada di urutan paling rendah diantara dua pasangan lainnya.
"Seperti saya katakan tadi, Pak Antasari dan Pak SBY kan dua-duanya sudah mengajukan ke polisi. Jadi kita tunggu, melihat proses di kepolisian, apa yang terjadi. Mudah-mudahan sebelum itu ada suatu solusi yang baik dan tentram dari dua belah pihak," kata Wapres.
Pada 14 Februari 2017, mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menjadi terpidana kasus pembunuhan di masa pemerintahan SBY melakukan konferensi pers. Meminta SBY untuk jujur akan campur tangannya dalam kasus tersebut.
Antasari kemudian melaporkan dugaan keterlibatan SBY dalam kriminalisasi dirinya kepada Bareskrim Polri.
Sebaliknya, SBY juga balik melaporkan Antasari Azhar pada Bareskrim Polri atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
Berdasarkan hitung cepat yang disiarkan beberapa televisi nasional, pasangan calon gubernur-wakil gubernur AHY-Sylviana Murni memperoleh suara sekitar 18 persen.
Sementara pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersaing ketat di kisaran 40 persen.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU