
Jakarta - Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea, Teguh Santosa menyebut ada tiga kemungkinan motif pembunuhan Kim Jong-nam.
Kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ini dibunuh dengan racun mematikan di bandara Malaysia.
Menurutnya, motif pertama, peristiwa itu merupakan peristiwa kriminal biasa.
"Mengingat profil Kim Jong-nam yang dalam berbagai pemberitaan media dalam dan luar negeri disebutkan sebagai pria yang gemar bertualang dengan paspor palsu. Gemar main perempuan, gemar berjudi, dan sering bikin kisruh. Tingkat validitas teori ini kuat," begitu katanya, Sabtu.
Motif kedua, teori pembunuhan politik varian A di mana dalang-nya adalah pihak Korea Utara sendiri. Untuk menyingkirkan Kim Jong-nam yang digambarkan sebagai pemberontak dan berpotensi mengganggu dan merebut kekuasaan dari Kim Jong-un.
"Tingkat validitas teori ini lemah. Kelemahan utamanya terletak pada keterlibatan dua wanita non-Korea Utara sebagai eksekutor. Pihak Korea Utara sangat tertutup dan sulit melibatkan pihak lain apalagi untuk operasi seperti ini," tuturnya.
Motif ketiga, menurut Teguh adalah teori pembunuhan politik varian B. Dimana dalangnya adalah pihak-pihak lain di luar Korea Utara. Atau secara sederhana disebut pihak-pihak yang ingin menyudutkan Korea Utara.
"Tingkat validitas teori ini sangat kuat. Ada kemungkinan kedua eksekutor adalah bagian dari operasi. Atau bisa juga diarahkan dan didesain sehingga melakukan pembunuhan," kata Teguh yang juga Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Menurutnya, lokasi pembunuhan di Bandara Internasional Kuala Lumpur yang aktivitasnya sangat padat juga memperkuat teori ini.
Karena tujuannya adalah untuk `blow up` kasus tersebut. Apalagi modus pembunuhan yang digambarkan dalam berbagai pemberitaan terlalu dramatis.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU