
hariansuara.com, Den Haag - Hillary Clinton memperingatkan pemerintah Trump yang "tidak mengenali bahaya" dalam upaya pembahasan perlucutan senjata nuklir dengan Pyongyang, dan mengatakan Washington kekurangan diplomat berpengalaman untuk menangani perundingan tersebut.
"Jika Anda ingin berbicara dengan Kim Jong Un mengenai senjata nuklirnya, Anda memerlukan diplomat berpengalaman," kata Clinton di tabloid Belanda Algemeen Dagblad dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Sabtu (10/2).
Mantan sekretaris negara tersebut mengatakan Departemen Luar Negeri AS 'terkikis' dan kurangnya diplomat yang berpengalaman dalam masalah Korea Utara.
"Anda tidak bisa melakukan diplomasi tanpa diplomat," katanya, menambahkan "bahaya tidak dikenali oleh pemerintah Trump."
Kata-kata Clinton menggema setelah diplomat veteran dan mantan duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bill Richardson, yang memperingatkan bahwa bernegosiasi dengan Korea Utara bukanlah "televisi realitas".
"Ini adalah kesempatan nyata ... Saya khawatir tentang ketidaksiapan Presiden dan kurangnya disiplin. Tapi saya memuji dia atas tindakannya yang sangat berani dalam menerima undangan tersebut," kata Richardson kepada AFP pada Jumat kemarin.
"Tapi ini bukan 'The Apprentice' atau acara Reality TV. Ini adalah negosiasi dengan pemimpin yang tidak dapat diprediksi, yang memiliki setidaknya 20 senjata nuklir dan yang mengancam Amerika Serikat," katanya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU