Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Ratusan Miliar Dollar Dicuri Penjahat Cyber Lewat Mata Uang Virtual Setiap Tahun

Internasional
17 Mar 2018
Ratusan Miliar Dollar Dicuri Penjahat Cyber Lewat Mata Uang Virtual Setiap Tahun

hariansuara.com, San Fransisco - Penjahat dunia maya mencuri sampai 200 miliar dolar AS  atau sekitar delapan sampai 10 persen dari total keuntungan ilegal dari kejahatan dunia maya setiap tahun, kata sebuah perusahaan keamanan online yang berbasis di California, Jumat (16/03).

Bromium Inc., perusahaan cybersecurity yang menggunakan teknologi keamanan berbasis virtualisasi dan berkantor pusat di Cupertino, California Utara, mengatakan dalam studi terakhirnya, mata uang virtual telah menjadi alat utama yang digunakan oleh penjahat dunia maya untuk melakukan pencucian uang.

Cybercriminals bergerak menjauh dari Bitcoin ke mata uang virtual yang kurang dikenal, namun lebih anonim, seperti Monero, sumber kripto yang terbuka yang dibuat pada 2014. Sistem kerjanya berfokus pada privasi dan desentralisasi serta berjalan pada sistem komputer utama, seperti Windows, macOs dan Linux, serta sistem mobile Android.

Bromium mengatakan, banyak penjahat dunia maya menggunakan mata uang virtual untuk melakukan pembelian properti, jadi mengubah hasil ilegal menjadi uang dan aset yang sah.

Hampir 25 persen dari total penjualan properti diprediksi akan dilakukan dalam kripto pada beberapa tahun ke depan. Tentu ini dapat mengganggu pasar properti global.

"Properti semacam itu yang dibeli dengan kriptocurrency tidak diteliti dengan cermat, karena kripto yang tidak diatur oleh bank sentral atau pemerintah," kata Bromium dalam studi sembilan bulan yang dilakukan oleh University of Surrey di Inggris.

Mike McGuire, penulis studi tersebut, mengatakan mata uang game dan item tersebut dapat dengan mudah dikonversi dan berpindah melintasi batas, serta menawarkan prospek yang menarik bagi penjahat dunia maya.

Menurut penelitian tersebut, diperkirakan 10 persen penjahat dunia maya menggunakan PayPal yang populer untuk mencuci uang. Sekitar 35 persen lainnya menggunakan sistem pembayaran digital lain, termasuk Skrill, Dwoll, Zoom, dan sistem pembayaran mobile seperti M-Pesa.

"Meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital oleh penjahat dunia maya melahirkan masalah yang signifikan bagi sistem keuangan global. Pasalnya, sistem pembayaran digital, yang dikombinasikan dengan mata uang virtual dan perbankan online, mampu menyembunyikan jejak uang dan membingungkan penegak hukum serta regulator keuangan," kata McGuire. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X