
hariansuara.com, Sarajevo - Impian Edmond Offermann berubah menjadi kenyataan setelah 20 tahun ketika kereta gantung Sarajevo, yang hancur pada awal perang di Bosnia tahun 1990-an, melanjutkan layanan ke Gunung Trebevic di atas ibukota.
Gondola baru ini membawa kegembiraan bagi Offermann, pengusaha dan filantropis kelahiran Belanda yang menjadi tokoh di belakang proyek restorasi kereta gantung.
"Ini adalah perasaan yang istimewa," kata Offermann dikutip Reuters. “Saya senang dengan seluruh pengalaman ini. Saya pikir pada tahun 1998, ketika saya pertama kali mengunjungi Sarajevo setelah perang, kereta gantung harus beroperasi lagi.”
Kereta gantung pertama kali beroperasi hampir 60 tahun lalu yang menjadikan Sarajevo kota dimana orang dapat mencapai hutan pinus hanya dalam 10 menit dari pusat kota.
Namun selama perang 1992-95, ketika pasukan Serbia mengepung Sarajevo, tembakan artileri dari lereng Trebevic, tujuan rekreasi yang dulu disukai berubah menjadi sumber ketakutan dan teror.
Selama bertahun-tahun setelah perang, ketakutan akan ranjau darat dan kurangnya jalan yang dapat digunakan membuat Sarajevans tidak berani ke Trebevic untuk berjalan-jalan, piknik, dan olahraga musim dingin yang mereka nikmati sebelum konflik.
Tetapi baru-baru ini setelah jalan dibangun kembali dan hotel, restoran dan taman rekreasi dibuka, permintaan untuk pemulihan kereta gantung melonjak.
Pada hari Jumat, puluhan orang antri untuk menaiki gunung. "Kereta gantung ini dibuka pada tahun 1959, ketika saya lahir, sehingga kami berdua berada pada usia yang sama," kata Jasmin Geljo, aktor Bosnia yang sekarang tinggal di Kanada. "Saya sangat senang kereta gantung dapat beroperasi lagi."
Offermann pada tahun 2008 mulai mencari cara untuk menghidupkan kembali gondola. Pada 2012, dengan pendanaan dari Kedutaan Besar Swiss di Bosnia, ia mengatur pengangkutan kereta gantung dari Swiss ke Sarajevo dan menyumbangkan dana sebesar 4 juta dollar untuk dipasang kembali dan meluncurkannya. Namun pemerintah kota menyatakan sedikit minat pada saat itu dan proyek terhenti.
Setelah pemilihan Walikota Abdulah Skaka tahun lalu proyel dilanjutkannya. “Saya tidak percaya ini terjadi, itu membawa kita keabadian,” kata Skaka yang tumbuh selama perang di sekitar stasiun kereta gantung seraya menambahkan proyek itu menjadi prioritas baginya setelah dia menjabat.
"Ini adalah hari yang luar biasa bagi kota Sarajevo," kata Skaka. “Kami telah merenovasi simbol Sarajevo yang hancur . Kami menghapus garis batas tak terlihat hari ini. Ini adalah monumen cinta. ”(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU