Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Jurnalis Palestina Ditembak Mati Tentara Israel

Internasional
08 Apr 2018
Jurnalis Palestina Ditembak Mati Tentara Israel

hariansuara.com, Gaza - Seorang wartawan Palestina meninggal pada Sabtu kemarin oleh tembakan tentara Israel saat meliput aksi protes di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Yaser Murtaja juru kamera untuk Media Ain Palestin adalah korban tewas ke-29 Palestina dalam protes selama seminggu.

Foto-foto menunjukkan Murtaja terbaring terluka di atas tandu yang mengenakan rompi pelindung biru tua bertuliskan 'PRESS' dalam huruf besar berwarna hitam. Para pejabat kesehatan mengatakan peluru tajam telah menembus sisi perutnya dan tewas saat dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Studi PBB: Pendudukan Israel Telah Memiskinkan Rakyat Palestina

Sebuah pernyataan dari militer Israel mengatakan, "IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak sengaja menargetkan jurnalis."

Protes yang dijuluki "The Great March of Return", dimulai pada 30 Maret di sepanjang perbatasan Israel-Gaza, menghidupkan hak pengembalian pengungsi Palestina ke kota-kota dan desa-desa dimana keluarga mereka melarikan diri, atau diusir ketika negara Israel diciptakan.

Israel telah menempatkan penembak jitu untuk menghentikan upaya Palestina  menembus perbatasan atau menyabot pagar keamanan.

Dikutip Reuters, fotografer freelance Ashraf Abu Amra saat itu berada  di sebelah Murtaja, yang katanya mengenakan helm dan rompi pelindung. Abu Amra mengatakan mereka berdua memakai tanda dirinya wartawan.

Baca juga: Pasukan Israel Tewaskan 16 Warga Palestina Saat Demonstrasi di Perbatasan Gaza

"Kami sedang liputan  ketika pemuda palestina membakar ban. Kami berada sekitar 250 meter dari pagar," kata Abu Amra. "Pasukan Israel melepaskan tembakan. Yaser dan saya berlari untuk mengambil gambar,  tiba-tiba Yaser jatuh ke tanah.

"Saya berteriak padanya 'Yaser, kamu baik-baik saja?'. Dia tidak merespon dan ada darah di tanah di bawahnya. Saya tahu itu adalah luka yang buruk dan orang-orang membawanya pergi," kata Abu Amra.

Sekretaris Jenderal Reporters Without Borders (RSF) Christophe Deloire mengutuk dan menggambarkan penembakan itu sebagai respon tidak proporsional Israel dan menyerukan penyelidikan independen atas insiden tersebut.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X